Artikel terbaru Dapatkan pesan terbaru kami dengan berlangganan situs ini

Membuat Spaceport untuk Pariwisata Ke Luar Angkasa


http://www.wikiasia.blogspot.com/2013/02/membuat-spaceport-untuk-pariwisata-ke.html - Kota Kecil Ini Akan Menjadi Gerbang Ke Luar Angkasa
Opoae ~ Kota kecil Swedia di Arktik, Kiruna, memiliki sebuah bandara internasional dengan penerbangan reguler ke London dan Tokyo. Kini bandara tersebut berencana membuat program yang lebih besar, yaitu menawarkan penerbangan ruang angkasa komersial.

Foto oleh Jan-Erik Stalnacke/AFPSpaceport Sweden, sebuah perusahaan yang didirikan pada 2007, berharap dapat melayani penerbangan pertama dalam satu dekade tersebut dari bandara Kiruna.

"Kami sedang membuat penerbangan komersial dari Swedia ke ruang angkasa untuk kepentingan pariwisata dan penelitian, dan untuk membuat tempat peluncuran di bandara tersebut," jelas direktur perusahaan, Karin Nilsdotter, di kantornya di Swedish Institute of Space Physics (IRF).

Idenya adalah bahwa turis antariksa akan lepas landas untuk perjalanan maksimum selama dua jam ke ruang angkasa dengan pesawat luar angkasa canggih yang saat ini sedang menjalani pengujian. Pesawat tersebut merupakan pesawat yang memadukan pesawat biasa dan pesawat ruang angkasa, serta dapat membawa antara satu hingga enam penumpang.

Penerbangan sub-orbital tersebut akan membawa penumpang 100 kilometer di atas Bumi dan memungkinkan mereka untuk menikmati sensasi lima menit mengambang di udara.

http://www.wikiasia.blogspot.com/2013/02/membuat-spaceport-untuk-pariwisata-ke.html - Kota Kecil Ini Akan Menjadi Gerbang Ke Luar Angkasa

Foto oleh Jonathan Nackstrand/AFP/FileLetak Kiruna yang berada di ujung utara Swedia dan Eropa, membuatnya menjadi lokasi utama untuk penerbangan ruang angkasa, ungkap Nilsdotter.

Penerbangan angkasa tersebut tidak akan terganggu oleh lalu lintas udara yang sibuk, juga tidak akan mengganggu karena wilayah tersebut bukan wilayah yang padat penduduk. Ruang terbuka lebar di perbatasan Swedia juga membuat wilayah tersebut tidak memiliki batasan birokrasi yang harus diselesaikan dengan negara lain.

Kiruna juga memiliki pengalaman selama 60 tahun dalam penelitian ruang angkasa sehingga mereka pantas mendirikan bandara ruang angkasa di sana. IRF didirikan pada 1957, sementara pusat penelitian ruang angkasa Swedia dan peluncuran roket Esrange, yang terletak di kota tersebut, didirikan pada 1966.

"Kita harus menggunakan pengetahuan ini untuk menciptakan petualangan yang unik dengan dampak global, yaitu perjalanan ruang angkasa," tegas Nilsdotter.


http://www.wikiasia.blogspot.com/2013/02/membuat-spaceport-untuk-pariwisata-ke.html- Kota Kecil Ini Akan Menjadi Gerbang Ke Luar Angkasa

Foto oleh Jonathan Nackstrand/AFP/File"Bahkan jika terlalu dini untuk memberikan angka, studi pasar menunjukkan bahwa ada potensi untuk menarik 14.000 wisatawan setelah 10 tahun beroperasi," tambahnya.

Spaceport Swedia tidak membuat pesawat ruang angkasanya sendiri, melainkan akan berkolaborasi dengan perusahaan lain, kata Nilsdotter yang menolak untuk mengungkapkan berapa banyak pesawat yang akan dioperasikan maupun identitas perusahaan mitranya tersebut.

Di Amerika Serikat, beberapa perusahaan telah mengembangkan pesawat yang mampu membawa turis ke antariksa, seperti Richard Branson dengan perusahaannya, Virgin Galactic."Teknologi ini belum sepenuhnya dikembangkan lagi," kata Nilsdotter yang menambahkan bahwa perusahaan itu sedang melakukan uji penerbangan di Amerika Serikat.

Penerbangan komersial luar angkasa pertama diperkirakan akan dilakukan di Amerika Serikat pada 2014 dan beberapa tahun setelah itu akan berlokasi di Swedia.Kepala penelitian luar angkasa dan situs peluncuran Esrange, Lennart Poromaa, lebih memilih untuk lebih realistis menanggapi proyek tersebut.

"Dalam beberapa tahun mungkin ada penerbangan ruang angkasa komersial, tetapi akan memakan waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan," katanya.Esrange menarik diri dari proyek tersebut ,"karena kami tidak berfokus pada pembuatan perjalanan wisata," jelasnya.

Tapi "barangkali kami bisa membantu mereka jika mereka membutuhkan bantuan dalam bidang penelitian," ungkap Poromaa.Menurut Nilsdotter, penerbangan ruang angkasa dapat lepas landas sebanyak empat kali sehari. Sementara Esrange baru bisa meluncurkan empat roket dalam setahun.

"Para peneliti yang ingin menguji eksperimen mereka dalam bidang mikrogravitasi mungkin bisa terbang dengan kami dan kemudian menyesuaikan proyek-proyek mereka," katanya.Di Amerika Serikat, lebih dari 1.000 tiket penerbangan ruang angkasa telah dipesan, meski dijual dengan harga $200.000 (setara Rp1,93 miliar) per orang.

Bagi para petualang yang tidak sabar untuk mengunjungi ruang angkasa, Spaceport Swedia sudah menawarkan penerbangan dari bandara Kiruna untuk melihat aurora, sebuah fenomena spektakuler dengan cahaya yang berwarna-warni di langit malam. Biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan tersebut adalah $1.059 (setara Rp10 juta).

Baca Juga:  



Sumber: http://dicopasdong.blogspot.com/2013/02/kota-kecil-ini-akan-menjadi-gerbang-ke.html

Belanda Mencari Sukarelawan Untuk Tinggal di Mars

http://www.wikiasia.blogspot.com/2013/02/belanda-mencari-sukarelawan-untuk.html
Kondisi lingkungan di Mars, sumber tempo.co
Opoae ~ Menjelajahi tempat yang belum pernah dijejaki manusia adalah sebuah tantangan. Namun, jika dalam misi itu kita tak akan dapat kembali ke Bumi, tentunya tantangan itu perlu dipikirkan ulang.

Meski demikian, sebuah lembaga riset di Belanda tidak goyah. Mereka menggelar pencarian sukarelawan untuk ikut ambil bagian dalam misi perjalanan ke Mars tanpa kembali ke Bumi. Mereka nantinya akan mendirikan sebuah permukiman manusia.

Uniknya, meski belum diumumkan, misi sukarelawan itu telah menerima lebih dari 1.000 aplikasi. Kandidat yang lolos harus menjalani delapan tahun pelatihan sebelum berangkat ke Mars pada 2023. "Mereka harus menyadari, jika proyek ini berhasil, mereka tidak akan kembali," demikian diungkapkan The Mars One Institute, Rabu, 9 Januari 2013.

"Lewatlah sudah hari-hari ketika keberanian dan jumlah jam terbang jet supersonik adalah kriteria utama untuk seleksi," ujar Direktur Medis Mars One, mantan peneliti NASA, Norbert Kraft. "Sekarang, kita lebih peduli dengan seberapa baik astronaut bekerja dan hidup dengan orang lain. Dan menghadapi tantangan seumur hidup di depan."

Mars One bermaksud mengumpulkan uang untuk mendanai proyek itu melalui acara TV realitas, yang akan memilih 24 kandidat pertama dan mengikuti pelatihan mereka. Pemirsa akan memilih siapa yang harus berada di tim pertama dari empat tim yang akan meninggalkan Bumi dalam waktu sepuluh tahun. Pada 2033, koloni itu diperkirakan akan memiliki 20 pemukim.

Perjalanan ke Mars, sekitar 40 juta mil, diperkirakan memakan waktu sekitar 200 hari. Para pemukim itu akan menghadapi lanskap tandus dan berkawah. Atmosfer Mars terdiri dari 95 persen karbon dioksida, dan suhunya berkisar dari 35C ke minus 135C

Baca Juga:  
Sumber: http://achaqori.blogspot.com/2013/01/dicari-sukarelawan-untuk-menetap-di.html

Fakta-Fakta Menarik Tentang Planet Pluto

Opoae ~ PLUTO yang juga dikenal dengan nama Pluto 134340 adalah sebuah planet kerdil dalam sistem Tata Surya Bimasakti. Letak Pluto berada dalam sebuah wilayah terluar Tata Surya yang bernama Sabuk Kuiper. Sabuk Kuiper sendiri adalah sebutan untuk wilayah di luar orbit planet Neptunus hingga jarak 50 Satuan Astronomi (SA/1 Satuan Astronomi = jarak rata-rata Matahari-Bumi, yakni sekitar 149,6 juta kilometer) dari Matahari. Pluto memiliki orbit yang unik saat mengelilingi matahari, orbitnya berbentuk melonjong dan kisaran jaraknya sekitar 4,4 - 7,4 miliar km dari Matahari. Berbeda dengan planet-planet lainnya di Tata Surya, Pluto cenderung bergerak mendekati Matahari saat melakukan perjalanan orbit. Akibatnya, terkadang Pluto berjarak lebih dekat dengan Matahari (atau Bumi) daripada Neptunus.
Di antara obyek-obyek yang ada dalam Tata Surya, Pluto adalah yang terkecil baik dalam ukuran maupun jumlah masa. Pluto bahkan lebih kecil daripada 7 bulan di tata surya, (Bulan, Io, Europa, Ganymede, Calisto, Titan, dan Triton). Pluto memiliki diameter 4.862 km dan memiliki massa 0,002 massa Bumi. Periode rotasi Pluto adalah 6,39 hari, sedangkan periode revolusi adalah 248,4 tahun. Bentuk Pluto mirip dengan Bulan dengan atmosfer yang mengandung metan. Suhu permukaan Pluto berkisar -233o Celsius sampai dengan-223o Celsius, sehingga sebagian besar berwujud es. Seperti sejumlah planet Tata Surya lain, Pluto juga mempunyai beberapa bulan/satelit yang mengitarinya. Bulan-bulan itu adalah: Charon (ditemukan oleh astronom James Christy pada tahun 1978), Nix dan Hydra (keduanya ditemukan pada tahun 2005) 
Penemuan Pluto
Proses penemuan Pluto sebenarnya diawali dengan kekeliruan interpretasi sejumlah astronom yang mendapati adanya kekacauan dalam orbit Uranus. Semula mereka berasumsi bahwa Neptunuslah yang mengacaukan orbit Uranus karena tarikan gravitasinya. Di akhir abad 19, setelah melakukan observasi lanjutan, para astronom berpendapat bahwa ada planet lain selain Neptunus yang mengganggu orbit Uranus.
Pada tahun 1905 seorang astronom AS, Percival Lowell, memulai proyek pencarian planet ke-sembilan dalam sistem Tata Surya. Lowell bersama rekannya, William H. Pickering, mengajukan beberapa konsep koordinat planet ke-sembilan dalam Tata Surya yang mereka namakan “Planet X”. Lowell meninggal pada tahun 1916, akan tetapi proyek pencariannya tetap dilanjutkan. Nama Lowell diabadikan sebagai nama observatorium yang didirikannya pada tahun 1894.
Pada bulan Januari 1930, Clyde Tombaugh, seorang peneliti yang juga anggota tim proyek pencarian planet ke-sembilan dalam Tata Surya di Observatorium Lowell, berhasil mencitrakan beberapa pergerakan sebuah obyek misterius di luar angkasa. Tim peneliti dalam proyek tersebut berkesimpulan bahwa obyek luar angkasa itu adalah sebuah planet dan untuk memastikannya mereka kemudian mengirim hasil pencitraan obyek luar angkasa itu ke Observatorium Harvard College untuk diteliti lebih lanjut.
Setelah dipastikan bahwa obyek yang ditemukan itu adalah sebuah planet, Tombaugh dan ketua tim peneliti, Vesto Melvin Slipher, menggelar sayembara untuk mencarikan nama bagi planet ke-sembilan itu. Nama Pluto dicetuskan oleh Venetia Burney, seorang anak perempuan umur sebelas tahun asal Oxford, Inggris. Venetia yang gemar mempelajari mitologi Yunani Kuno dan astronomi pertama kali mengusulkan nama ini pada kakeknya, Falconer Madan, mantan pustakawan di Universitas Oxford, Inggris. Madan kemudian meneruskan usul cucunya ini pada Profesor Herbert Hall Turner yang kemudian meneruskannya lagi pada rekan-rekannya di Amerika.
Setelah melalui proses penyeleksian, pada 24 Maret 1930, tim peneliti di Observatorium Lowell berembuk untuk menentukan mana di antara 3 nama berikut yang akan dijadikan nama planet baru itu yaitu: “Minerva”, “Cronus”, dan “Pluto”. Akhirnya, pada 1 Mei 1930, tim memutuskan nama planet baru itu adalah “Pluto”.
Eksplorasi ke Pluto
Sejauh ini eksplorasi ke Pluto menjadi tantangan besar bagi sejumlah negara adikuasa yang telah memiliki pesawat ulang-alik luar angkasa. Bukan hanya karena Pluto berjarak sangat jauh dari bumi namun juga karena Pluto hanya memiliki massa yang kecil dan suhunya sangat dingin. Hingga penghujung abad 20 belum ada upaya serius dari negara-negara adikuasa untuk melakukan misi perjalanan ke Pluto. Bahkan di tahun 2000, Badan Antariksa AS (NASA) membatalkan misi Pluto Kuiper Express karena alasan dana.
Namun setelah melewati perdebatan panjang, akhirnya misi perjalanan ke Pluto dicanangkan kembali oleh pemerintah AS pada 2003. Misi perjalanan yang menggunakan pesawat tanpa awak ini diberi nama “New Horizons”. New Horizons telah sukses diluncurkan pada tanggal 19 Januari 2006. Pesawat ini dilengkapi dengan sejumlah peralatan kendali jarak jauh untuk mengenali citra geologi dan morfologi Pluto bersama satelitnya, Charon, memetakan komposisi permukaannya, dan menganalisa atmosfirnya. Selain itu juga New Horizons akan memotret permukaan Pluto dan Charon. Uniknya, dalam pesawat canggih ini juga disertakan abu jenazah sang penemu Pluto, Clyde Tombaugh (meninggal tahun 1997). Sayangnya, New Horizons diperkirakan baru akan mendekati orbit Pluto nanti pada tahun 2015. Setelah itu, barulah para ilmuwan NASA bisa mengungkap lebih jauh tentang misteri planet ‘mungil’ ini.
Pluto bukan planet? 
Bagaimanapun, sejak tahun 2006 Pluto sudah tidak lagi dikategorikan sebagai planet inti dalam sistem Tata Surya oleh Himpunan Astronomi Internasional (IAU). Karena sejak penemuannya pada tahun 1930 hingga pada 2006 telah ditemukan sejumlah obyek lain di bagian terluar Tata Surya yang komposisinya serupa dengan Pluto, salah satunya yaitu Eris yang mempunyai massa 27% lebih padat daripada Pluto. Pluto kini hanya digolongkan dalam planet-planet minor atau kerdil (dwarf planet) bersama dengan Eris dan Ceres dan diberi nomor 134340.

Baca Juga:  

Manusia Akan Lebih Jangkung Saat DI Luar Angkasa

Opoae ~ Aneh tapi nyata. Manusia ternyata menjadi lebih jangkung ketika berada di antariksa. Paling tidak, inilah yang terjadi pada astronot yang kini sedang menjalankan misi di International Space Station (ISS).

Tinggi badan para astronot bisa bertambah hingga 5 cm. Penyebabnya adalah pemanjangan tulang belakang akibat pengaruh gravitasi. Pertambahan tinggi ini tak selamanya. Saat kembali ke Bumi, tinggi badan astronot akan kembali seperti semula.

Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) kini memiliki perangkat ultrasonik untuk melihat pengaruh mikrogravitasi pada tulang belakang. Perangkat ini memungkinkan ilmuwan meneliti lebih detail mekanisme bagaimana pertambahan tinggi terjadi.

Mulai bulan ini, perangkat ultrasonik itu akan dipakai. Ilmuwan akan mengevaluasi astronot setiap periode 30, 90, dan 150 hari setelah berada di antariksa. Astronot sendiri biasanya menjalani satu misi ke ISS selama 6 bulan.


Perangkat ultrasonik juga akan dipakai untuk melakukan studi jangka panjang dampak lingkungan mikrogravitasi pada dinamika tubuh astronot yang bertugas. 

"Ultrasonik memungkinkan kita mengevaluasi fisiologi dalam gerak, seperti gerak otot, darah, dan fungsi lain dalam tubuh," kata Scott Dulchavsk, salah satu ilmuwan NASA, seperti dikutip Space

Baca Juga: 



Sumber: http://www.serupedia.com/2013/01/tinggi-manusia-bertambah-5-cm-ketika-di.html

Jasa Penerbangan Ke Ruang Angkasa

http://www.wikiasia.blogspot.com/2013/01/jasa-penerbangan-ke-ruang-angkasa.html
Opoae ~ Sebuah tim mantan eksekutif Nasa telah mendirikan perusahaan swasta untuk mengirim dua orang ke Bulan. Perusahaan Golden Spike mengatakan akan menggunakan roket yang ada dan teknologi kapsul dan akan melakukan peluncuran pertama sebelum akhir dekade ini.

Perusahaan ini merupakan salah satu dari banyak perusahaan swasta yang berharap untuk mengikuti keberhasilan Space X, yang telah mengangkut kargo ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

AS menjadi negara pertama dan satu-satunya yang mencapai Bulan pada tahun 1960. Tapi biaya yang cukup tinggi memudarkan setiap misi ke bulan lainnya. Presiden AS Barack Obama kembali  membatalkan project NASA ke bulan yang direncanakan sebelumnya, dia mengatakan AS telah pernah berada di sana jadi tidak perlu lagi.

Golden Spike dijalankan oleh mantan rekan administrator NASA Alan Stern, mengatakan sedang mencari penawaran ke pemerintah negara lain seperti Afrika Selatan, Korea Selatan dan Jepang  mengharapkan mendapatkan calon pemakai jasanya untuk penelitian ilmiah atau prestise nasional.

Perusahaan itu mengatakan mereka mengharapkan untuk membuat sekitar 15 sampai 20 peluncuran secara total.

Golden Spike ketua dewan adalah Apollo-era penerbangan Direktur Gerry Griffin, yang pernah memimpin Johnson Space Center.

Advisors termasuk mantan komandan pesawat ulang-alik, mantan Duta Besar PBB Bill Richardson, insinyur Hickam Homer serta direktur Hollywood dan mantan Ketua DPR dan ruang kebijakan Newt Gingrich.

Namun, Harvard University astronom Jonathan McDowell, mengatakan kepada Associated Press bahwa banyak perusahaan baru akan gagal sebelum dibangun.

"Ini tidak mungkin salah satu yang akan berjalan dengan baik," kata McDowell, mengutip harga yang lumayan tinggi dari Golden Spike itu.

Baca Juga:  

Celana Dalam Astronot Anti Bau, Bakteri, dan Api

Opoae ~ Misi antariksa pesawat ulang-alik Endeavour kali ini penuh kejadian-kejadian mengejutkan. Mulai dari toilet di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) yang macet sehingga para astronot harus menahan antre, baju yang “robek” hingga menunda jadwal, sampai kali ini pengakuan salah satu astronot yang tidak ganti celana dalam selama sebulan.
 
Adalah astronot Jepang, Koichi Wakata, yang mengatakan hal tersebut pada hari terakhir menjelang jadwal pendaratan Endeavour, Jumat (31/7) ini. Wakata adalah astronot Jepang pertama yang tinggal di ISS untuk misi selama 4,5 bulan. Tugasnya telah rampung dan pulang bersama para astronot Endeavour.

“Saya tidak pernah mengatakan hal ini kepada anggota kru (ISS). Padahal, saya memakaianya selama sebulan dan anggota stasiun antariksa tidak pernah mengeluh selama sebulan itu. Jadi, saya pikir eksperimen ini berjalan dengan sukses,” ujarnya disambut tertawa lebar para kru Endeavour.
Celana dalam yang dipakainya memang bukan sembarang celana dalam. Celana tersebut adalah produk teknologi tinggi buatan Jepang yang didesain untuk tahan bakteri dan bau selama mungkin. Dinamai J-wear, celana dari bahan katun dan polister itu dibuat sangat ringan, lembut, dan tahan api.

Buat para astronot, pakaian yang seperti ini membantu, apalagi yang tinggal lama di stasiun antariksa. Selain hemat bagasi, juga mengurangi sampah karena selama ini pakaian kotor dimasukkan ke kargo bekas dan dilempar ke luar agar terbakar di atmosfer. 

http://www.wikiasia.blogspot.com/2012/11/celana-dalam-astronot-anti-bau-bakteri.html
This Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA)
handout details the space clothing to be tested by Japanese astronaut Takao Doi

during the STS-123 shuttle mission. Credit: JAXA.

Sumber:http://dai21juli.blogspot.com/2012/10/ternyata-celana-dalam-astronot-anti-bau.html

Mobil Rover Polaris Akan Lubangi Permukaan Bulan

Rover Polaris siap lubangi permukaan Bulan http://www.wikiasia.blogspot.com/2012/10/mobil-rover-polaris-akan-lubangi-permukaan-bulan.html

Polaris, rover penjelajah Bulan.
 
Opoae ~ Astronesia-Proyek penelitian antariksa oleh pihak swasta nampaknya semakin menjamur. Setelah SpaceX sukses menjadi kurir angkasa swasta pertama, kali ini giliran Astrobotic yang akan mengirim rover ke Bulan.

Polaris, nama rover tersebut, akan melakukan penjelajahan di bulan untuk menemukan keberadaan air di Bulan. Polaris akan mengebor permukaan bulan untuk mencari air tersebut. Polaris direncanakan akan meluncur pada 2015 menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Saat ini Polaris masih dalam tahap pengembangan akhir khususnya dalam hal software.

Polaris dibangun dengan tinggi 1,6 meter, lebar 2,1 meter, panjang 2,6 meter dan berat 150 Kg. Polaris, menurut informasi The Register (8/10), mampu membawa sejumlah instrumen dengan berat maksimal 70 Kg. Polaris dilengkapi tiga solarcell yang mampu menghasilkan 250 Watt.

Polaris mampu berjalan sedikit lebih cepat dari rover penjelajah lain, Curiosity. Polaris mampu berjalan secepat 30 cm perdetik sedangkan curiosity hanya mampu berjalan 3 cm perdetik.

Selain mencari keberadaan air, misi Polaris lainnya adalah berkompetisi memenangkan Google Lunar X Prize. Acara tersebut menawarkan hadiah total USD 30 juta (senilai Rp 287,6 miliar). Pemenang pertama mendapatkan USD 20 juta (senilai Rp 191,7 miliar).

Astrobotic sendiri merupakan sebuah pengembang kendaraan antariksa swasta. Astrobotic merupakan hasil pengembangan dari divisi robotik di Universitas Carnegie Mellon, Pittsburgh, dengan pendanaan dari mitra komersial.



2013 Diprediksi Terjadi Puncak Badai Matahari

Opoae ~ Sejumlah peneliti antariksa di dunia memprediksi puncak badai matahari akan terjadi pada pertengahan tahun 2013. Indikasi tersebut berdasar pada aktivitas matahari yang saat ini terus meningkat. Aktivitas matahari ini berupa medan magnet, bintik matahari, ledakan matahari, lontaran massa korona, angin surya, dan partikel energetik.

http://www.wikiasia.blogspot.com/2010/03/2013-diprediksi-terjadi-puncak-badai-matahari.html
"Pada 2012 hingga 2015 bintik matahari diperkirakan mencapai titik yang sangat banyak dan itu akan memicu banyak ledakan," ujar Dra Clara Yono Yatini, MSc, Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), di sela-sela sosialisasi fenomena cuaca antariksa 2012-2015 di Denpasar, Bali.

Namun, menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena badai matahari tidak akan menghancurkan peradaban dunia. "Dampak badai matahari hanya merusak sistem teknologi saja," tegas Clara Yono.

Sistem teknologi yang terpengaruh, misalnya, rusaknya satelit sehingga mengganggu jaringan komunikasi. Dampak lainnya dari badai matahari ini juga dapat mengganggu medan magnet bumi. Seperti tahun 1989 saat badai matahari menyerang Kanada, jelas Clara, terjadi pemadaman listrik karena trafo di pusat jaringan listrik terbakar akibat arus yang sangat besar di bawah permukaan bumi. Badai matahari ini dapat diantisipasi agar tidak menimbulkan kerusakan, seperti mematikan sementara jaringan satelit dan jaringan listrik pada saat terjadi badai matahari.

"Masyarakat jangan terpengaruh dengan film 2012 karena itu sains palsu," pesan Clara Yono. Lapan kini gencar melakukan sosialisasi soal fenomena cuaca antariksa 2012-2015 kepada masyarakat untuk meluruskan cerita-cerita miring terkait kiamat yang tidak jelas dasarnya.

Isu kiamat tahun 2012 seperti yang digambarkan dalam film 2012 memang selama ini terus dikaitkan dengan sejumlah fenomena alam yang akan terjadi di bumi, di antaranya badai matahari ini.

Tempat dan Fenomena Ekstrim di Tata Surya

Tempat dan fenomena yang ekstrim, bisa diartikan sebagai tempat dan fenomena yang akan membuat manusia atau makhluk hidup lainnya sulit dan bahkan tidak bisa bertahan, di Bumi banyak terdapat tempat dan fenomena ekstrim seperti puncak everest dan badai gurun pasir. Bagaimana jika ditempat lain selain di bumi ? apakah ada tempat dan fenomena ekstrim ? Ternyata ada dah bahkan bisa jadi lebih banyak, berikut 9 tempat dan fenomena ekstrim di tata surya.

1. Awan Badai Planet Jupiter
Awan badai berkecepatan hingga 600 km/jam telah terjadi di Planet Jupiter selama hampir 345 tahun sejak pertama kali berhasil diamati pada tahun 1665. Foto: NAS A/ JPL / Space Science Institute.

2. Palung Terdalam di Tata Surya
Europa, salah satu bulan planet Jupiter memiliki palung samudera terdalam di tata surya. Kedalamannya diperkirakan mencapai 100 km atau 10 kali lipat palung Mariana, titik terdalam di Bumi.

3. Vulkanisme Tertinggi di tata Surya
Io, salah satu bulan planet Jupiter, adalah tempat dengan tingkat vulkanisme tertinggi di tata surya. Seluruh permukannya dipenuhi oleh gunung berapi aktif. Foto: NASA

4. Petir Planet Saturnus
Sambaran petir/ kilat di planet Saturnus berkekuatan hingga 1000 kali lipat petir yang terjadi di bumi. Foto: NASA / JPL / Space Science Institute

5. Pola Rotasi Tidak Beraturan Hyperion
Hyperion, salah satu bulan yang dimiliki planet Saturnus berotasi secara tidak beraturan, hal ini mengakibatkan waktu siang dan malam di bulan tersebut tidak pernah sama tiap harinya. Foto: NASA

6. Hujan Berlian
http://www.wikiasia.blogspot.com/2012/04/tempat-dan-fenomena-ekstrim-di-tata-surya.html 
Para peneliti mengeluarkan teori bahwa reaksi kimia yang terjadi di atmosfer Planet Uranus (kiri) dan Neptunus (kanan) akan menghasilkan hujan berlian di seluruh permukaan planet. Foto: NASA / ESA

7. Planet Terpanas di Tata Surya
http://www.wikiasia.blogspot.com/2012/04/tempat-dan-fenomena-ekstrim-di-tata-surya.html
Dengan suhu permukaan yang mencapai 460 derajat celcius menjadikan Planet Venus sebagai tempat paling panas di tata surya. Foto: NASA

8. Gunung Tertinggi di Tata Surya
http://www.wikiasia.blogspot.com/2012/04/tempat-dan-fenomena-ekstrim-di-tata-surya.html
Gunung Olympus di Planet Mars adalah gunung api tertinggi di tata surya. Ketinggiannya mencapai 27 ribu meter atau 3 kali lipat tinggi Gunung Everest. Foto: NASA / JPL

9. Ngarai Terbesar di Tata Surya
http://www.wikiasia.blogspot.com/2012/04/tempat-dan-fenomena-ekstrim-di-tata-surya.html
Planet Mars memiliki ngarai terbesar di tata surya, kedalamannya diperkirakan hingga 6 kali lipat kedalaman ngarai di Grand Canyon atau sekitar 10 ribu meter. Foto: NASA / USGS.
sumber:http://ariefzsyifa.wordpress.com/2011/10/12/tempat-paling-ekstrim-di-tata-surya/

Misteri Tengkorak Robot Di Bulan

Opoae ~ Bulan merupakan satelit alami satu-satunya dari bumi kita yang banyak menyimpan misteri aneh dan menakjubkan. Salah stu yang bisa disajikan Opoae adalah misteri tengkorak robot di bulan. 

Pada bulan Desember tahun 1972 astronot Apollo 17, Eugene Cernan dan Harrison Schmitt menghabiskan sekitar 75 jam di Bulan. Selama ekspedisi tersebut mereka mengambil banyak foto permukaan bulan. Salah satu Foto yang mengejutkan adalah  terpotretnya sebentuk artifak berbentuk tengkorak.
UFO di Bulan

Eugene Cernan dan Harrison Schmitt merasa ragu bahwa tengkorak itu adalah tengkorak mahluk hidup. Tulang fosil tak mungkin bisa bertahan lama di bulan dikarenakan adanya radiasi matahari dan sinar kosmik ekstrim yang mampu membuat tulang fosil ataupun benda organik akan hancur lebur jadi debu. Salah satu penjelasan logis dalam pikiran Eugene dan Harrison adalah artifak berbentuk tengkorak tersebut adalah benda yang terbuat dari bahan logam khusus.


Benda tersebut menunjukkan bentuk sebuah tengkorak yang rongga mata, dahi, tulang alis, dan lubang hidung, dan rahang.  Hingga saat ini NASA belum mampu memberikan penjelasan tentang photo ini.

Sumber: http://www.serupedia.com/2012/07/misteri-tengkorak-robot-di-bulan.html

1 Hari di Neptunus 15 jam, 57 menit dan 59 detik

http://www.wikiasia.blogspot.com/Opoae ~ Planet Neptunus, Tentu shabat sekalian sudah mengetahui planet tersebut. Dengan melacak beberapa fitur tertentu di atmosfir, peneliti berhasil melakukan pengukuran akurat pertama terhadap periode rotasi planet Neptunus. Ternyata, satu hari di planet itu berlangsung tepat selama 15 jam, 57 menit dan 59 detik.

Temuan ini memperkaya pengetahuan kita seputar hal yang fundamental di Neptunus dan menyediakan pula mekanisme untuk memahami bagaimana massa planet itu didistribusikan. Seperti diketahui, Neptunus merupakan planet raksasa yang terbuat dari gas.

“Neptunus memiliki dua fitur yang memungkinkan untuk dipantau oleh Hubble Space Telescope yang tampaknya mengatur rotasi interior dari planet tersebut,” kata Erich Karkoschka, ilmuwan dari Lunar and Planetary Laboratory, University of Arizona, seperti dikutip dari Cosmos Magazine, 4 Juli 2011.Fitur seperti ini, Karkoschka menyebutkan, tidak pernah dijumpai di planet gas raksasa lainnya.

Untuk mencari tahu berapa durasi satu hari di planet itu, Karkoschka mengukur putaran Neptunus dengan mengamati dua fitur yang terlihat mata milik atmosfir planet tersebut. Ia kemudian mengukur garis bujur di antara setiap gambar yang ditangkap lalu menentukan interval waktu antara observasi dan menyediakan informasi periode putaran.

Berhubung Neptunus telah berotasi sekitar 10 ribu kali dalam 20 tahun terakhir, Karkoschka dapat mengetahui secara akurat periode putaran dengan melacak fitur-fitur ini dalam jangka waktu tersebut.

Hasil penelitian ini merupakan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap rotasional planet gas sejak pertamakali Giovanni Cassini berhasil mendapati bintik merah planet Jupiter, pada 350 tahun lalu.

Saat ini di kalangan ilmuwan sendiri tampak muncul konsensus bahwa temuan Karkoschka memang akurat. Menurut Craig O’Neill, ilmuwan antariksa dari Macquarie University, Australia, temuan Markoschka seputar periode fitur milik atmosfir Neptunus tepat.

“Selain itu, Karkoschka juga menunjukkan bahwa di kawasan kutub, kecepatan angin lebih rendah dibanding di khatulistiwa,” ucap O’Neill. “Pertanyaan besar berikutnya adalah, bagaimana caranya itu bisa terjadi,” ucapnya.

Rekomendasi:
Sumber:http://wahw33d.blogspot.com/2011/07/terungkap-durasi-1-hari-di-planet.html

Diperkirakan Ada 160 Miliar Planet di Galaksi Bimasakti

http://www.wikiasia.blogspot.com/
Opoae ~ Subhanallah, Beginilah Ilustrasi Bimasakti yang lebih dipadati planet dari pada bintang. Studi mengungkap bahwa ada 160 miliar planet di Bimasakti.

Galaksi Bimasakti ternyata merupakan galaksi padat planet. Studi terbaru menyatakan bahwa Bimasakti memiliki lebih banyak planet daripada bintang. Jumlah planet diperkirakan mencapai 160 miliar, sedangkan jumlah bintang adalah 100 miliar.

"Statistik ini menunjukkan bahwa planet di sekeliling bintang adalah biasa, tak istimewa. Mulai sekarang, kita harus melihat bahwa galaksi tidak hanya dipadati miliaran bintang, bayangkan bahwa mereka dikelilingi planet ekstrasurya," kata Arnaud Cassan dari Paris Institute of Astrophysics.

Tercatat sebelumnya telah ada lebih dari 700 planet di luar tata surya kita yang terkonfirmasi. Sementara itu, masih ada lagi 2.300 kandidat planet yang ditemukan wahana Kepler milik NASA yang menunggu kepastian.

Planet-planet itu ditemukan dengan dua metode, transit fotometri dan radial velocity. Metode pertama mendeteksi planet dari kedipan cahaya bintang sebagai tanda adanya planet yang mengelilingi. Cara kedua dengan melihat "goyangan" bintang sebagai hasil gravitasi planet.

Dalam studi ini, peneliti memakai metode baru yang disebut gravitational microlensing. Dalam metode ini, planet dideteksi dengan adanya cahaya bintang yang dibiaskan atau dimagnifikasi oleh obyek yang mengelilinginya.

Peneliti mengungkapkan, gravitational microlensing memiliki kelebihan dibanding transit fotometri dan radial velocity. Gravitational velocity bisa mendeteksi adanya planet yang terletak jauh dari bintangnya, berbeda dengan kedua teknik lain yang bias pada planet yang dekat bintang.

Berdasarkan riset, peneliti menunjukkan bahwa seperenam Bimasakti dihuni oleh planet seukuran Jupiter, setengahnya oleh planet seukuran Neptunus dan dua pertiganya oleh super-Earth. Itu pun hanya yang ada pada jarak yang sudah terdeteksi.

"Lebih lanjut, kami menemukan bahwa planet bermassa rendah, seperti super-Earth (1-10 kali massa Bumi) dan serupa Neptunus, lebih melimpah daripada planet raksasa seperti Jupiter dan Saturnus (kira-kira 6-7 kali lebih banyak dari planet massa rendah)," kata Cassan seperti dikutip Space, Rabu (11/1/2012).

http://www.wikiasia.blogspot.com/

Planet yang sebenarnya ada di Bimasakti mungkin sedikit lebih banyak daripada yang telah terhitung. Pada jarak yang belum bisa terdeteksi, mungkin masih ada banyak planet lagi.

Penemuan lain yang dipublikasikan tahun lalu dan dilakukan dengan teknik microlensing menunjukkan adanya planet seukuran Jupiter yang melayang sendirian, yatim piatu, tidak mengorbit bintang. Jumlah planet ini diperkirakan melebihi planet "normal" hingga 50 persen.

"Kedua hasil penelitian dengan microlensing menunjukkan bahwa planet ada di mana saja, tidak selalu mengorbit bintang," jelas Cassan.Sementara itu, "anomali" lain adalah ditemukannya planet yang berada pada sistem bintang ganda. Ini dulu hanya bisa dibayangkan dalam film fiksi ilmiah Star Wars.

William Welsh, astronom dari San Diego State University, seperti dikutip AP, Rabu, mengungkapkan, "Alam sepertinya suka membentuk planet sebab planet itu ditemukan di tempat yang diperkirakan sulit mendukung pembentukan planet."

Rekomendasi:
Sumber:http://wahw33d.blogspot.com/2012/01/wow-ada-160-miliar-planet-di-galaxi.html

Misteri Unik Mengenai Planet Venus

http://www.wikiasia.blogspot.com/
Opoae ~ Kalian semua taukan planet Venus? Planet kedua ini dinobatkan sebagai planet terpanas di tata surya. Lebih buruk lagi, selimut tebal karbon dioksida menekan 92 kali tekanan atmosfer Bumi di lanskap kering. Awan kusam yang menghalangi pandangan pada permukaan planet itu merupakan asam sulfur.

Seperti dibayangkan, mempelajari Venus terbukti menjadi pekerjaan sulit. Sedikit demi sedikit, ilmuwan mempelajari lebih banyak mengenai tetangga Bumi ini. Berikut beberapa misteris terbesar mengenai obyek paling terang di langit setelah matahari dan bulan.

Iklim serupa Bumi
Venus kadang disebut sebagai ‘kembaran jahat’ Bumi. Dalam ukuran, komposisi dan lokasi orbit, neraka Venus sebenarnya planet termirip Bumi. Di awal sejarah Venus, para ilmuwan menduga dunia itu sangat mirip Bumi, dengan lautan dan iklim lebih dingin.

Namun, lebih dari beberapa miliar tahun, efek rumah kaca yang ada sangat berpengaruh. Venus sekitar sepertiga lebih dekat matahari dibanding Bumi. Karenanya, Venus mendapat sinar matahari dua kali lebih banyak. Panas ekstra ini menyebabkan penguapan hebat di awal permukaan air.

Pada akhirnya, uap air terperangkap panas yang lebih panas. Pemanasan lebih lanjut planet ini memicu penguapan yang lebih besar hingga akhirnya lautan pun mengering dan menghilang. “Mekanisme ini masuk akal dari Venus awal yang seperti Bumi menjadi Venus saat ini,” kata kurator Astrobiologi David Grinspoon di Denver Museum of Nature & Science.

Ilmuwan interdisipliner pada misi Venus Express, pesawat ruang angkasa yang mengorbit Venus sejak 2006, ini mencari tahu kapan persisnya dan bagaimana Venus menjadi ‘tungku’ untuk membantu pemodelan perubahan iklim Bumi dan menghindarkan Bumi dari nasib serupa Venus.

Atmosfer berotasi super
Venus memutari porosnya jauh lebih lambat dari Bumi. Alhasil, setahun di Venus serupa 243 hari di Bumi. Berdasar hal ini, diketahui angin di puncak awan Venus bisa mencapai 360 km/jam atau 60 kali kecepatan memutar planet.

Secara proporsional, jika angin serupa muncul di Bumi, angin awan khatulistiwa mencapai kecepatan menakjubkan, 9.650 km/ jam. Pendorong cepatnya rotasi Venus adalah energi sinar matahari, papar Grinspoon. Namun, cara kerja penuh fenomena ini tetap menjadi misteri.

Berputar terbalik
Saat dilihat dari kutub utara matahari, semua planet di tata surya mengorbit matahari dengan arah berlawanan dan semuanya hampir berputar searah sumbunya. Namun tidak untuk Venus. Planet kedua ini memiliki rotasi retrograde seperti Uranus.

Artinya, matahari terbit dari barat dan terbenam di timur di planet itu. Perputaran searah jarum jam ini mungkin hasil tabrakan kosmik awal dalam sejarah Venus.

Petir misterius
Petir dari awan Venus hingga kini masih menjadi pertanyaan terbuka. Meski pesawat ruang angkasa Venus Express telah ‘mendengar’ elektromagnetik statis yang secara karakteristik menghasilkan petir di Bumi, kamera belum pernah ‘menangkap’ petir ini, kata Grinspoon.

Cara terbentuknya petir ini juga masih misterius. Di Bumi, peran kunci dimainkan kristal es awan. Di Venus, pasokan bahan ini sangat sedikit dijumpai di atmosfernya yang sangat kering.

Kehidupan Alien di Venus?
Grinspoon mengakui adanya argumen masuk akal mengenai kehidupan Venus, bukan di permukaan planet yang super panas itu namun di awannya. Sekitar 50 km di atas awan seharusnya ada tempat yang bisa dihuni yang memiliki tekanan dan suhu seperti Bumi.

Untuk mendapat energi, makhluk mengambang menyerupai bakteri bisa menggunakan sinar matahari atau bahan kimia di awan. Tentunya, makhluk ini akan mentolerir asam sulfat. Di sisi lain, extremophiles di Bumi menunjukkan, kehidupan bisa berkembang di lingkungan paling keras sekalipun. “Sangat perlu menjelajah awan karena beragam alasan. Salah satunya kemungkinan keberadaan kehidupan eksotis ini,” tutup Grinspoon.

Rekomendasi:
Sumber:http://wahw33d.blogspot.com/2012/02/fakta-mengerikkan-seputar-planet-venus.html

Foto Iklan Wisata Keluar Angkasa

Opoae ~ Keren banget gan, Ini sungguhan terjadi. Orbital Technologies, penyedia wisata luar angkasa asal Rusia, tengah mempromosikan kamar hotel luar angkasa bagi masyarakat biasa yang akan berwisata lima hari di luar angkasa (dengan ketinggian 217 mil di atas planet Bumi). Inilah foto foto iklan paket wisata tersebut:
Orbital memang tidak hanya menawarkan jasa pesawat ulang alik untuk kepentingan ilmiah. Namun juga wisata berbeda di luar angkasa bagi masyarakat biasa selama beberapa hari.Berapa tarifnya? Antara 100.000 s.d 500.000 poundsterling atau sekitar Rp1,4 miliar hingga Rp7 miliar per orang! Tertarik mencoba?
http://www.wikiasia.blogspot.com
http://www.wikiasia.blogspot.com
http://www.wikiasia.blogspot.com
http://www.wikiasia.blogspot.com
http://www.wikiasia.blogspot.com

Rekomendasi:
Sumber:http://zc-secret.blogspot.com/2012/08/wisata-luar-angkasa-yang-menakjubkan.html

Mengenal Nama Dan Gambar Planet

Opoae ~ Nama dan Jenis Planet di Tata Surya Beserta Gambar. Kata planet berasal dari bahasa Yunani yaitu planetai, yang berarti pengembara. Hal ini disebabkan kedudukan planet terhadap bintang tidaklah tetap. Planet adalah benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar mengelilingi bintang (Matahari). Sebagian besar planet mempunyai pengiring atau pengikut yang disebut Satelit yang beredar mengelilingi planet.

Sebelumnya, para ahli menetapkan bahwa di dalam tata surya terdapat sembilan planet. Sembilan planet tersebut berdasarkan urutannya dari matahari yang terdiri atas planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Sejalan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia, maka berdasarkan Sidang Umum International Astronomical Union (IAU) ke-26, pada tanggal 25 Agustus 2006 di Praha, ditetapkan delapan planet dengan mengeluarkan Planet Pluto dari Sistem Tata Surya kita. Sementara itu, Pluto diturunkan statusnya sebagai kategori planet kerdil bersama-sama dengan Xena dan Asteroid Ceres.

Keputusan mengeluarkan Pluto yang sudah menjadi anggota keluarga planet tata surya selama 76 tahun merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet. Dalam resolusi tersebut, sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat, yakni mengorbit matahari, berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat, dan memiliki jalur orbit yang jelas dan "bersih" (tidak ada benda langit lain pada orbit tersebut). Dari kriteria ini, planet Pluto memiliki kelemahan, antara lain ukurannya sangat kecil dan bentuk orbitnya yang memanjang dan memotong orbit Neptunus, sehingga dalam perjalanannya mengelilingi matahari, Pluto kadang-kadang lebih dekat dengan matahari dibandingkan Neptunus. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3.8 berikut ini.

Nama Planet di Tata Surya Beserta Gambar http://www.wikiasia.blogspot.com/
Gambar 3.8 Sistem Tata Surya Baru
(Sumber : Media Indonesia, 26 Agustus 2006, halaman 1)
Planet-planet yang ada di tata surya dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain sebagai berikut.

1) Berdasarkan massanya, planet dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:

a) Planet bermassa besar (Superior planet), terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
b) Planet bermassa kecil (Inferior Planet), terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

2) Berdasarkan jaraknya ke matahari, planet dapat dibedakan atas planet dalam dan planet luar.

a) Planet dalam (Interior planet), yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih pendek daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Berdasarkan kriteria tersebut, maka yang termasuk planet dalam, adalah Planet Merkurius dan Venus. Planet Merkurius ataupun Venus mempunyai kecepatan beredar mengelilingi matahari berbeda-beda, sehingga letak atau kedudukan planet tersebut bila dilihat dari bumi akan berubah-ubah pula. Sudut yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan Bumi-Matahari dengan suatu planet disebut elongasi. Besarnya sudut elongasi yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan Bumi-Matahari-Merkurius yaitu antara 0 -28 derajat, sedangkan sudut elongasi Bumi-matahari-Venus adalah 0 - 50 derajat.

Berdasarkan besarnya sudut elongasi paling besar yang dapat dicapai oleh planet tersebut, sehingga dapat dihitung lamanya waktu planet Merkurius dan Venus terlihat dari bumi, yakni Planet Merkurius dapat terlihat dari bumi paling lama sekitar 28 / 360 x 24 jam = 1 jam 52 menit, sedangkan Planet Venus dapat terlihat dari bumi paling lama sekitar 50 / 360 x 24 jam = 3 jam 20 menit. Elongasi planet dalam (interiorplanet) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu elongasi barat, jika posisi suatu planet berada di sebelah barat matahari dilihat dari bumi dan elongasi timur, jika posisi suatu planet berada di sebelah timur matahari dilihat dari bumi. Planet Venus ataupun Merkurius yang berada pada posisi elongasi barat akan terbit terlebih dahulu di ufuk timur pada saat matahari masih berada di bawah horizon timur, sehingga planet tersebut terlihat berkilauan dilihat dari bumi karena sinar matahari yang diterimanya dipantulkan kembali ke bumi. Oleh karena itu, orang-orang di bumi menyebut Planet Venus atau Merkurius yang sedang berada pada kedudukan elongasi barat sebagai Bintang Timur. Sebaliknya apabila planet Merkurius atau Venus sedang berada pada posisi elongasi Timur, maka-planet-planet itu akan memantulkan cahaya matahari beberapa saat setelah matahari terbenam di ufuk barat, sehingga akan terlihat dari bumi sebagai Bintang Senja.

b) Planet luar (Eksterior planet), yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih panjang daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Termasuk ke dalam kelompok planet luar, yaitu Planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Dilihat dari bumi, sudut elongasi kelompok planet luar berkisar antara 0 -180 derajat. Bila elongasi salah satu planet mencapai 180 derajat hal ini berarti planet tersebut sedang berada dalam kedudukan oposisi, yaitu kedudukan suatu planet berlawanan arah dengan posisi matahari dilihat dari bumi. Pada saat oposisi, berarti planet tersebut berada pada jarak paling dekat dengan bumi.

Bila elongasi salah satu planet mencapai 00 berarti planet tersebut mencapai kedudukan konjungsi, yaitu suatu kedudukan planet yang berada dalam posisi searah dengan matahari dilihat dari bumi. Pada saat konjungsi, berarti planet tersebut berada pada jarak paling jauh dengan bumi.

Contoh soal:

1) Matahari terbit di ufuk timur pukul 06.00 dan terbenam di ufuk barat pukul 18.00, pukul berapakah planet Merkurius akan terbit, apabila planet tersebut sedang elongasi barat sebesar 15 derajat ?

Jawab:
Diketahui : Elongasi barat Planet Merkurius sebesar 15 derajat.
Waktu yang diperlukan : 15 / 360 x 24 jam = 1 jam
Planet Merkurius terbit : Pukul 06.00 - 1 jam = pukul 05.00

2) Matahari terbit di ufuk timur pukul 06.00 dan terbenam di ufuk barat pukul 18.00, pukul berapakah Planet Mars akan terbenam, apabila planet tersebut sedang elongasi timur sebesar 45,5 0?

Jawab :
Diketahui : Elongasi timur Planet Mars sebesar 45,5 derajat
Waktu yang diperlukan : 45,5 / 360 x 24 jam = 3 jam 18 menit
Planet Mars terbenam : pukul 18.00 - 3 jam 18 menit = pukul 21.18

Berikut ini dijelaskan satu persatu mengenai planet-planet sebagai anggota tata surya.

1) Planet Merkurius

Merkurius merupakan planet paling dekat ke matahari, jarak rata-ratanya hanya sekitar 57,8 juta km. Akibatnya, suhu udara pada siang hari sangat panas (mencapai 4000C), sedangkan malam hari sangat dingin (mencapai -2000 C). Perbedaan suhu harian yang sangat besar disebabkan planet ini tidak mempunyai atmosfer. Merkurius berukuran paling kecil, garis tengahnya hanya 4.850 km hampir sama dengan ukuran bulan (diameter 3.476 km). Planet ini beredar mengelilingi matahari dalam suatu orbit eliptis (lonjong) dengan periode revolusinya sekitar 88 hari, sedangkan periode rotasinya sekitar 59 hari.

Nama Planet di Tata Surya Beserta Gambar http://www.wikiasia.blogspot.com/
Gambar 3.9

A. Planet Merkurius dan B. Perbandingannya Merkurius dengan Bumi (Sumber: www.sarkaniemi.fi)
2) Planet Venus

Venus merupakan planet yang letaknya paling dekat ke bumi, yaitu sekitar 42 juta km, sehingga dapat terlihat jelas dari bumi sebagai suatu noktah kecil yang sangat terang dan berkilauan menyerupai bintang pada pagi atau senja hari. Venus sering disebut sebagai bintang kejora pada saat Planet Venus berada pada posisi elongasi barat dan bintang senja pada waktu elongasi timur. Kecemerlangan planet Venus disebabkan pula oleh adanya atmosfer berupa awan putih yang menyelubunginya dan berfungsi memantulkan cahaya matahari.

Jarak rata-rata Venus ke matahari sekitar 108 juta km, diselubungi atmosfer yang sangat tebal terdiri atas gas karbondioksida dan sulfat, sehingga pada siang hari suhunya dapat mencapai 4770 C, sedangkan pada malam hari suhunya tetap tinggi karena panas yang diterima tertahan atmosfer. Diameter planet Venus sekitar 12.140 km, periode rotasinya sekitar 244 hari dengan arah sesuai jarum jam, dan periode revolusinya sekitar 225 hari.

Nama Planet di Tata Surya Beserta Gambar http://www.wikiasia.blogspot.com/
Gambar 3.10 Planet Venus
(Sumber: (A) www.celestiamotherlode.net dan (B) www.resa.net)
3) Planet Bumi (The Earth)

Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari matahari. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 150 juta km, periode revolusinya sekitar 365,25 hari, dan periode rotasinya sekitar 23 jam 56 menit dengan arah barat-timur. Planet bumi mempunyai satu satelit alam yang selalu beredar mengelilingi bumi yaitu Bulan (The Moon). Diameter Bumi sekitar 12.756 km hampir sama dengan diameter Planet Venus.
Nama Planet di Tata Surya Beserta Gambar
Gambar 3.11 Planet Bumi (Sumber: www.solarviews.com)
4) Planet Mars

Mars merupakan planet luar (eksterior planet) yang paling dekat ke bumi. Planet ini tampak sangat jelas dari bumi setiap 2 tahun 2 bulan sekali yaitu pada kedudukan oposisi. Sebab saat itu jaraknya hanya sekitar 56 juta km dari bumi, sehingga merupakan satu-satunya planet yang bagian permukaannya dapat diamati dari bumi dengan mempergunakan teleskop, sedangkan planet lain terlalu sulit diamati karena diselubungi oleh gas berupa awan tebal selain jaraknya yang terlalu jauh.

Keadaan di Mars paling mirip dengan bumi, sehingga memungkinkan terdapatnya kehidupan. Karena itu, para astronom lebih banyak menghabiskan waktu mempelajari Mars daripada planet lain. Jarak rata-rata ke Matahari sekitar 228 juta km, periode revolusinya sekitar 687 hari, sedangkan periode rotasi sekitar 24 jam 37 menit. Diameter planet sekitar setengah dari diameter bumi (6.790 km), diselimuti lapisan atmosfer yang tipis, dengan suhu udara relatif lebih rendah daripada suhu udara di bumi. Planet Mars mempunyai dua satelit alam, yakni Phobos dan Deimos.

Nama Planet di Tata Surya Beserta Gambar
Gambar 3.12 Planet Mars (Sumber: www.urania.uk)
5) Planet Jupiter

Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya, diameter sekitar 142.600 km, terdiri atas materi dengan tingkat kerapatannya rendah, terutama hidrogen dan helium. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 778 juta km, berotasi pada sumbunya dengan sangat cepat yakni sekitar 9 jam 50 menit, sedangkan periode revolusinya sekitar 11,9 tahun. Planet Jupiter mempunyai satelit alam yang jumlahnya paling banyak yaitu sekitar 13 satelit, di antaranya terdapat beberapa satelit yang ukurannya besar yaitu Ganimedes, Calisto, Galilea, Io dan Europa.

Nama Planet di Tata Surya Beserta Gambar
Gambar 3.13 Planet Jupiter (Sumber: www.urania.uk)
6) Planet Saturnus

Saturnus merupakan planet terbesar ke dua setelah Jupiter, diameternya sekitar 120.200 km, periode rotasinya sekitar 10 jam 14 menit, dan revolusinya sekitar 29,5 tahun. Planet ini mempunyai tiga cincin tipis yang arahnya selalu sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar (diameter 273.600 km), Cincin Tengah (diameter 152.000 km), dan Cincin Dalam (diameter 160.000 km). Antara Cincin Dalam dengan permukaan Saturnus dipisahkan oleh ruang kosong yang berjarak sekitar 11.265 km. Planet Saturnus mempunyai atmosfer sangat rapat terdiri atas hidrogen, helium, metana, dan amoniak. Planet Saturnus mempunyai satelit alam berjumlah sekitar 11 satelit, diantaranya Titan, Rhea, Thetys, dan Dione.

Nama Planet di Tata Surya Beserta Gambar
Gambar 3.14 Planet Saturnus

(Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 1, halaman 129)
7) Planet Uranus

Uranus mempunyai diameter 49.000 km hampir empat kali lipat diameter bumi. Periode revolusinya sekitar 84 tahun, sedangkan rotasinya sekitar 10 jam 49 menit. Berbeda dengan planet lainnya, sumbu rotasi pada planet ini searah dengan arah datangnya sinar matahari, sehingga kutubnya seringkali menghadap ke arah matahari. Atmosfernya dipenuhi hidrogen, helium dan metana. Di luar batas atmosfer, Planet Uranus terdapat lima satelit alam yang mengelilinginya, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Jarak rata-rata ke matahari sekitar 2.870 juta km. Planet inipun merupakan planet raksasa yang sebagian besar massanya berupa gas dan bercincin, ketebalan cincinnya hanya sekitar 1 meter terdiri atas partikel-partikel gas yang sangat tipis dan redup.

Nama Planet di Tata Surya Beserta Gambar
Gambar 3.15 Planet Uranus 
(Sumber: (A) Uranus.it.swin.edu.au (B) www.solarvoyager.com)
8) Planet Neptunus

Neptunus merupakan planet superior dengan diameter 50.200 km, letaknya paling jauh dari matahari. Jarak rata-rata ke matahari sekitar 4.497 juta km. Periode revolusinya sekitar 164,8 tahun, sedangkan periode rotasinya sekitar 15 jam 48 menit. Atmosfer Neptunus dipenuhi oleh hidrogen, helium, metana, dan amoniak yang lebih padat dibandingkan dengan Jupiter dan Saturnus. Satelit alam yang beredar mengelilingi Neptunus ada dua, yaitu Triton dan Nereid. Planet Neptunus mempunyai dua cincin utama dan dua cincin redup di bagian dalam yang mempunyai lebar sekitar 15 km.

Nama Planet di Tata Surya Beserta Gambar
Gambar 3.16 Planet Neptunus
(Sumber: (A) www.einsteinflits.nl, (B) www.sarkaniemi.fi)
Walaupun sekarang Pluto sudah tidak termasuk planet sebagai anggota tata surya, tetapi tidak ada salahnya untuk diketahui demi menambah wawasan pengetahuan. Pluto memiliki diameter sekitar 6.400 km, letaknya paling jauh dari matahari. Jarak rata-ratanya ke matahari yaitu sekitar 5.900 juta km. Periode revolusinya sekitar 247,7 tahun, sedangkan periode rotasinya sekitar 153 jam. Jarak Pluto yang sangat jauh dari matahari mengakibatkan suhu planet ini menjadi sangat dingin dengan tingkat kepadatan tinggi pula. Walaupun demikian, Planet Pluto memiliki satu satelit alam yang mengelilingi planet itu dalam jarak sekitar 17.000 km yang dinamakan Charon.

 Sumber:http://www.anekanews.com/2011/10/nama-planet-di-tata-surya-beserta.html?m=1

 
Support : Copyright © 2013. WIKI ASIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger