Artikel terbaru Dapatkan pesan terbaru kami dengan berlangganan situs ini

Nih Dia Akun Twitter Presiden SBY dan Tweet Pertamanya

Nih Dia Akun Twitter Presiden SBY dan Tweet Pertamanya – Walaupun terbilang terlambat karena masa pemerintahannya tinggal setahun lagi, namun keinginan presiden SBY untuk bisa berkomunikasi dengan rakyat melalui media Twitter cukup mendapat apresiasi dari penduduk Twitter.

Seperti kita tahu, hari ini akun Twitter Presiden SBY resmi diluncurkan, akun tersebut diberi nama @SBYudhoyono. Akun itu bergambar Presiden SBY dan sudah mendapat verrified account yang disahkan twitter. Dalam keterangannya disebut akun itu sebagai The official twitter account of Susilo Bambang Yudhoyono, the President of the Republic of Indonesia.

Pemerintah sebelumnya telah merilis akun twitter resmi dengan nama @IstanaRakyat. Akun ini bisa juga dipakai Presiden untuk menulis pesannya. Tetapi, Presiden menginginkan akun pribadi. Oleh karena itu dibuatkanlah sebuah akun lagi untuk Presiden.

Sampai artikel ini diturunkan, follower akun @SBYudhoyono sudah mencapai lebih dari 270 ribu . Lalu apa tweet pertama dari akun tersebut ?

Kicauan perdana SBY adalah menyapa seluruh rakyat Indonesia.

"Halo Indonesia. Saya bergabung ke dunia twitter untuk ikut berbagi sapa, pandangan dan inspirasi. Salam kenal. *SBY*," tulis SBY

Hasil Quick Count Pilkada Jawa Barat 2013

Hasil Quick Count Pilkada Jawa Barat 2013 – Hari ini Jawa Barat sedang berlangsung Pemilihan Kepada Daerah atau Pilkada untuk periode 2013 – 2018. Berdasarkan data dari KPU, ada 32,5 juta orang yang mempunya hak pilih dalam Pilkada Jabar 2013. Mereka akan memilih 5 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di 74.948 TPS yang sudah di sediakan.

Sebagai pengingat, berikut 5 pasangan calon yang memperebutkan posisi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat untuk periode 2013 – 2018.

NOMOR 1:  Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep NSToyib (Independen)
NOMOR 2:  Irianto MS Syafiuddin-Tatang F Hakim (Golkar)
NOMOR 3:  Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana (PD, Gerindra, PKB, PAN.
NOMOR 4:  Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar  (PKS, PPP, Hanura, PBB)
NOMOR 5:  Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki  (PDI Perjuangan)

Siapa yang akan menjadi No 1 dan No 2 di Jawab Barat. Berikut hasil Hasil Quick Count Pilkada Jawa Barat 2013

Jumlah suara yang masuk: 100%

Hasil Quick Count Pilkada Jawa Barat TVOne-LSI
No urut 1: 1.89 %
No urut 2: 11.81 %
No urut 3: 25.23 %
No urut 4: 33.14 %
No urut 5: 27.92 %

Hasil Quick Count Pilkada Jawa Barat MNC Media Research
No urut 1: 1.8 %
No urut 2: 11.91 %
No urut 3: 25.68 %
No urut 4: 32.77 %
No urut 5: 27.84 %

Hasil Quick Count Pilkada Jawa Barat Metro TV
No urut 1: 2.03 %
No urut 2: 12.24 %
No urut 3: 26.16 %
No urut 4: 31.71 %
No urut 5: 27.86 %

Hasil Quick Count Pilkada Jawa Barat RCTI-SMRC
No urut 1: 1.81 %
No urut 2: 12.16 %
No urut 3: 24.71 %
No urut 4: 32.38 %
No urut 5: 20.02 %

Inilah Nomor Urut Partai Peserta Pemilu 2014

Inilah Nomor Urut Partai Peserta Pemilu 2014 – Hari ini Komisi Pemilihan UMUM atau KPU menggelar acara pengambilan nomor urut untuk para partai peserta Pemilu 2014 nanti. Sejumlah kader partai tampak hadir di acara tersebut, hadir juga para Ketua Umum masing masing partai.

Berikut Nomor Urut Partai Peserta Pemilu 2014

No. 1 - Partai Nasdem
No. 2 - Partai PKB
No. 3 - Partai PKS
No. 4 - Partai PDI Perjuangan
No. 5 - Partai Golkar
No. 6 - Partai Gerindra
No. 7 - Partai Demokrat
No. 8 - Partai PAN
No. 9 - Partai PPP
No. 10 - Partai Hanura


Daftar 10 Partai Peserta Pemilu 2014

Daftar 10 Partai Peserta Pemilu 2014 – Walaupun kondisi sempat menanas dan sering terjadi interupsi, KPU akhirnya mengumumkan daftar partai politik yang lolos sebagai peserta Pemilu 2014.

Ada 10 partai politik yang berhak mengikuti pemilu 2014 nanti, 9 diantaranya adalah yang telah mendapatkan kursi di parlemen Senayan, sedangkan satu lagi partai baru yang di komandoi oleh Suya Paloh, yaitu partai Nasional Demokrat alias Nasdem.

Berikut Daftar 10 Partai Peserta Pemilu 2014

1. PDI Perjuangan
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
4. Partai Amanat Nasional (PAN)
5. Partai Golkar
6. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
7. Partai Gerakan IndonesiaRaya (Gerindra)
8. Partai Demokrat (PD)
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)

Berikut 24 partai yang tak lolos verifikasi:

1. Partai Bulan Bintang (PBB)
2. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
3. Partai Bhinneka Indonesia(PBI)
4. Partai Kedaulatan
5. Partai Damai Sejahtera (PDS)
6. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia(PNBKI)
7. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)
8. Partai Penegak Demokrasi Indonesia(PPDI)
9. Partai Pengusaha Pekerja Indonesia(PPPI)
10. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
11. Partai Republika Nusantara (Republikan
12. Partai Serikat Rakyat Independen (SRI)
13. Partai Republik
14. Partai Kedaulatan Bangsa IndonesiaBaru (PKBIB)
15. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
16. Partai Persatuan Nasional (PPN)
17. Partai Buruh
18. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
19. Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia(PKDI)
20. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
21. Partai Kongres
22. Partai Nasional IndonesiaMarhenisme (PNIM)
23. Partai Karya Republik (Pakar)
24. Partai Nasional Republik (Nasrep)

9 Kandidat Muda Calon Presiden 2014 yang Potensial

9 Kandidat Muda Calon Presiden 2014 yangPotensial – Pencarian tokoh muda dalam Pilpres 2014 terus dilakukan, baru baru ini Lembaga Survei Indonesia merilis 9 Kandidat Muda Calon Presiden 2014 yang Potensial. Muda disini yang berusia dibawah 60 tahun.

Jumlah responden sebanyak 223 opinion leader, 178 orang dipublikasikan namanya sebagai responden atau penilai. Setiap tokoh yang disurvei dinilai dengan sejumlah ukuran kualitas personal. Penilaian tiap item dengan skor antara 1-100.

Berikut 9 Kandidat Muda Calon Presiden 2014 yang Potensial

1.      Mahfud MD (55 tahun) 79
2.      Sri Mulyani (50 tahun) 71
3.      Hidayat Nurwahid (52 tahun) 71
4.      Agus Martowardojo (56 tahun) 68
5.      Gita Wirjawan (47 tahun) 66
6.      Chairul Tanjung (50 tahun) 66
7.      Hatta Rajasa (58 tahun) 66
8.      Pramono Edhie Wibowo (57 tahun) 64
9.      Puan Maharani (39 tahun) 61

Bagaimana ? Ada yang sesuai dengan pilihan anda. Jangan lupa baca juga Kandidat Calon Presiden 2014 Dari Jawa danNon Jawa Paling Populer.

Kandidat Calon Presiden 2014 Dari Jawa dan Non Jawa Paling Populer

Kandidat Calon Presiden 2014 Dari Jawa dan Non Jawa Paling Populer – Pemilu di Indonesia 2 tahun lagi, partai partai yang lolos verifkasi KPU mulai membuat rencana untuk memuluskan jalannya di Pemilu tahun 2014, salah satunya mencari kandidat calon presiden Indonesia 2014.

Sejumlah nama yang dinilai pantas menjadi kandidat calon presiden 2014 sudah tersebar di masyarakat, bahkan sudah ada yang mulai mempromosikan dini melalui media televisi.

Indonesia Network Election Survei (INES) baru baru ini merilis hasil survey terkait tokoh Jawa dan non Jawa yang dipandang layak maju Pilpres 2014. Hasil survey tersebut ikut melengkapi hasil survey sebelumnya (Baca: Kandidat Calon Presiden 2014).

INES secara khusus melakukan survei terkait ketertarikan publik terhadap capres dari kalangan Jawa maupun luar Jawa. Hasilnya, masyarakat lebih memilih capres dari kalangan Jawa di Pilpres 2014 nanti.

Capres dari etnis Jawa lebih diminati dengan 59,3 persen pilihan responden, sementara dari non Jawa dipilih 39,6 persen responden.

Sementara survei dengan pertanyaan kombinasi capres-cawapres yang dianggap ideal menghasilkan kombinasi Jawa-Jawa dipilih 29,4 persen responden, Jawa-Non Jawa dipilih 56,2 persen responden, non Jawa-Jawa dipilih 8,2 persen responden, non Jawa-non Jawa dipilih 6,2 persen responden

Survei dilakukan dari tanggal 5 Oktober-21 Oktober 2012. Survei ini menggunakan 6.000 orang responden yang sudah punya hak pilih pada Pemilu 2014 dengan metode tatap muka. Dengan margin error sekitar 2,5 persen, jumlah sampel yang dapat dianalisa dalam survei ini adalah 5.993 sampel.

Berikut Kandidat Calon Presiden 2014 Dari Jawa Terpopuler
1. Prabowo Subianto: 33,4 persen
2. Megawati Soekarnoputri: 22,2 persen
3. Djoko Suyanto: 9,3 persen
4. Pramono Edhie Wibowo: 8,8 persen
5. Ani Yudhoyono: 7,1 persen
6. Sri Sultan HB X: 2,3 persen
7. Dahlan Iskan: 1,8 persen
8. Joko Widodo: 1,3 persen
9. Mahfud MD: 1,1 persen
10. Sri Mulyani: 1 persen

Berikut Kandidat Calon Presiden 2014 non Jawa Terpopuler
1. Hatta Rajasa: 28,6 persen
2. Jusuf Kalla: 20,2 persen
3. Aburizal Bakrie: 18,6 persen
4. Surya Paloh: 10,9 persen
6. Yusril Ihza Mahendra: 3,4 persen
7. Puan Maharani Kiemas: 3,3 persen
8. Marzuki Alie: 2,8 persen
9. Gamawan Fauzi: 2,7 persen
10. Irman Gusman 2,6 persen

Video Dahlan Iskan vs DPR

Video Dahlan Iskan vs DPR – Dahlan Iskan akhirnya memenuhi panggilan Badan Kehormatan DPR terkait adanya anggota DPR yang meminta upeti kepada BUMN. Dahlan sendiri mengaku sudah memiliki nama anggota DPR yang terlibat pemerasan terhadap BUMN.

Video Dahlan Iskan vs DPR


Nih Dia Hasil Akhir Quick Count Pilkada DKI Jakarta 2012

Nih Dia Hasil Akhir Quick Count Pilkada DKI Jakarta 2012 – Pilkada DKI Jakarta 2012 telah selesai dilakukan, sejumlah lembaga quick count juga telah merilis hasil akhir perhitungan mereka. Dari perhitungan akhir semua lembaga tersebut menunjukkan kalau pasangan Jokowi dan Basuki memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2012.


Hasil Akhir Quick Count LSI-SCTV
Jokowi-Basuki: 53,81 persen
Foke-Nara: 46,19 persen

Hasil Akhir Quick Count Kompas
Jokowi-Basuki: 52,97 persen
Foke-Nara: 47,03 persen

Hasil Akhir Quick Count STEKPI
Jokowi-Basuki: 56,62 persen
Foke-Nara: 43,88 persen

Hasil Akhir Quick Count INES
Jokowi-Basuki: 57,39 persen
Foke-Nara: 42,61 persen

Hasil Akhir Quick Count LSI-TVOne
Jokowi-Basuki: 53,68 persen
Foke-Nara: 46,32 persen

Hasil Akhir Quick Count Metro TV – Indo Barometer
Jokowi-Basuki: 54,11 persen
Foke-Nara: 45,89 persen





Hasil Quick Count Pilkada DKI Jakarta 2012

Hasil Quick Count Pilkada DKI Jakarta 2012– Banyak lembaga dan stasiun TV yang menyediakan hasil quick count pilkada DKI Jakarta 2012. Untuk selengkapnya bisa lihat sejumlah hasil quick count Pilkada DKI Jakarta 2012. perlu diingat hasil quick count ini hanya sementara.

Foke – Nara: 45.91 %
Jokowi – Basuki: 54.09%

Foke – Nara: 42.99 %
Jokowi – Basuki: 57.01%

Foke – Nara: 44.6 %
Jokowi – Basuki: 55.4%

Foke – Nara: 37.56 %
Jokowi – Basuki: 62.44%

Foke – Nara: 42.92 %
Jokowi – Basuki: 57.08%





Update Quick Count Perolehan Suara Pilkada DKI Jakarta 2012

Update Quick Count Perolehan Suara Pilkada DKI Jakarta 2012 – Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2 sudah dimulai hari ini. 2 pasangan Cagub dan Cawagub yaitu Foke – Nara dan Jokowi – Ahok saling berebut untuk menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta. Untuk hasil update hasil quick count Pilkada DKI Jakarta 2012, anda bisa melihat Metro TV streaming berikut ini.






Nih Dia Profil dan Visi Misi Foke dan Jokowi

Nih Dia Profil dan Visi Misi Foke dan Jokowi – Pilkada DKI Jakarta tinggal menghitung hari, bagi anda para warga Jakarta sebaiknya sudah mempersiapkan sejak dini pasangan mana yang akan dipilih nanti. Seperti kita tahu Pilkada DKI Jakarta periode sekarang menjalani 2 putaran dengan 2 pasangan terakhir yaitu Fauzi Bowo/H. Nachrowi Ramli  dan Joko Widodo/Basuki Tjahaja Purnama.

Agar lebih mudah memilih, berikut ini akan diperkenalkan profil dan visi-misi kedua pasangan calon gubernur DKI Jakarta.

Nih Dia Profil dan Visi Misi Foke dan Jokowi

No. 3 - Ir. H. Joko Widodo dan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM

Nama : Ir. H. Joko Widodo
Tempat, tgl lahir : Surakarta, 21 Juni 1961
Agama : Islam
Pendidikan : Sarjana Kehutanan-Universitas Gadjah Mada

Nama : Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM
Tempat, tgl lahir : Manggar, 29 Juni 1966
Agama : Kristen Protestan
Pendidikan : S-2 Sekolah Tinggi Manajemen, Prasetya Mulya

Visi
Jakarta baru, kota modern yang tertata rapi, menjadi tempat hunian yang layak dan manusiawi, memiliki masyarakat yang berkebudayaan, dan dengan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.

Misi
1. Mewujudkan Jakarta sebagai kota modern yang tertata rapi serta konsisten dengan rencana tata ruang wilayah
2. Menjadikan Jakarta sebagai kota yang bebas dari masalah-masalah menahun seperti macet, banjir, pemukiman kumuh, sampah, dan lain-lain
3. Menjamin ketersediaan hunian dan ruang publik yang layak serta terjangkau bagi warga kota dan ketersediaan pelayanan kesehatan yang gratis sampai rawat inap dan pendidikan yang berkualitas secara gratis selama 12 tahun untuk warga Jakarta.
4. Membangun budaya masyarakat perkotaan yang toleran, tetapi juga sekaligus memiliki kesadaran dalam memelihara kota.
5. Membangun pemerintahan yang bersih dan transparan serta berorientasi pada pelayanan publik.

No.1 - DR. Ing. H. Fauzi Bowo dan Mayjen (Purn) H. Nachrowi Ramli

Nama : DR. Ing. H. Fauzi Bowo
Tempat, tgl lahir : Jakarta, 10 April 1948
Agama : Islam
Pendidikan : Dokter Ingeniur (DE-Ing) - S3 Der Fachbereich Architectur, Universitat Kaiserlautern, Jerman

Nama : Mayjen (Purn) H. Nachrowi Ramli
Tempat, tgl lahir : Jakarta, 12 Juli 1951
Agama : Islam
Pendidikan : S-1 Fakultas Ekonomi, Universitas Borobudur
  
Visi
Jakarta yang lebih maju, nyaman dan sejahtera

Misi
1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang mudah diakses dan merata
2. Memperkuta pemberdayaan masyarakat pada berbagai aspek kehidupan melalui peningkatan kapasitas dan penciptaan ruang untuk prakarsa dan kreativitas menuju masyarakat yang lebih mandiri
3. Mempercepat pembangunan infrastruktur kota untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat
4. Mengelola lingkungan kota yang bersih, sehat, layak huni, dan inspiratif menuju kenyamanan dan kesejahteraan yang berkelanjutan

Nih Dia Kertas Suara dan Jadwal Pilkada Jakarta Putaran Kedua

Nih Dia Kertas Suara dan Jadwal Pilkada Jakarta Putaran Kedua – Pilkada DKI Jakarta putaran kedua tinggal beberapa minggu lagi, tepatnya pada tanggal 20 September 2012. Kertas suara pun sudah disiapkan oleh KPUD. Berbeda dengan putaran pertama, di Pilkada putaran kedua nanti anda para warga Jakarta hanya cukup memilih 2 kandidat saja yaitu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.. Untuk jelasnya bisa lihat  gambar di bawah ini.

Kertas Suara dan Jadwal Pilkada Jakarta Putaran Kedua

Jadwal Pilkada Jakarta Putaran Kedua

13 Semptember 2012
Distribusi perlengkapan Pilkada

14-16 September 2012
Masa Kampanye putaran kedua

20 September 2012
Pemungutan suara

3 Oktober 2012
Penetapan hasil pilkada

Inilah Jadwal Pilkada Jakarta 2012 Putaran ke-2

Inilah Jadwal Pilkada Jakarta 2012 Putaran ke-2 – Walaupun hasil Pilkada DKI Jakarta masih berdasarkan Quick Count (Baca: Hasil Pilkada DKI Jakarta 2012 Dari beberapa Lembaga Survei) namun kemungkinan besar hasil tersebut akan sama dengan hasil Pilkada versi KPU yang akan dirilis tanggal 18 Juli 2012.

Inilah Jadwal Pilkada Jakarta 2012 Putaran ke-2

Seperti kita tahu, dari hasil Quick Count menunjukkan kalau Pilkada Jakarta akan berlangsung 2 putaran dengan 2 kandidat teratas yaitu Fauzi Bowo – Nara dan Jokowi – Ahok.

Jika itu terjadi, maka sesuai jadwal penajaman visi di putaran kedua akan digelar 14 sampai 16 Septembaer. Masa tenang, 17 – 19 September 2012 dan babak penentuan pada tanggal 20 September 2012.

Hasil Pilkada DKI Jakarta 2012 Dari Beberapa Lembaga Survei

Hasil Pilkada DKI Jakarta 2012 Dari Beberapa Lembaga Survei – Hasil Pilkada versi KPU akan di umumkan beberapa hari lagi, namun beberapa lembaga survey seperti Lingkaran Survei Indonesia, Indobarometer dll telah mengeluarkan hasil Quick Count nya.

Hasil Pilkada DKI Jakarta 2012 Dari Beberapa Lembaga Survei

Berikut Hasil Pilkada DKI Jakarta 2012 Dari Beberapa Lembaga Survei

Hasil Quick Count PRISMA :
1. Foke-Nara: 34,58 %
2. Hendardji-Riza: 1,73 %
3. Jokowi-Ahok: 42,69 %
4. Hidayat-Didik: 11,57 %
5. Faisal-Biem: 4,89 %
6. Alex-Nono: 4,54 %

Hasil Quick Count STEKPI
1. Foke-Nara: 34,38 %
2. Hendardji-Riza: 1,98 %
3. Jokowi-Ahok: 40,49 %
4. Hidayat-Didik: 12,58 %
5. Faisal-Biem: 5,11 %
6. Alex-Nono: 5,47 %

Hasil Quick Count Lingkaran Survei Indonesia (LSI):
1. Foke-Nara: 34,17 %
2. Hendardji-Riza: 1,82 %
3. Jokowi-Ahok: 43,04 %
4. Hidayat-Didik: 11,77 %
5. Faisal-Biem: 4,83 %
6. Alex-Nono: 4,37 %

Hasil Quick Count Indobarometer:
1. Foke-Nara: 33,8 %
2. Hendardji-Riza: 2,6 %
3. Jokowi-Ahok: 42,2 %
4. Hidayat-Didik: 11.5 %
5. Faisal-Biem: 5,1 %
6. Alex-Nono: 4,7 %

Hasil Quick Count Saifulmujani Research and Consulting:
1. Foke-Nara: 33,54%
2. Hendardji-Riza: 2,02%
3. Jokowi-Ahok: 43,14%
4. Hidayat-Didik: 11,24%
5. Faisal-Biem: 5,08%
6. Alex-Nono: 4,98%

Hasil Quick Count Jaringan Suara Indonesia (JSI)
1. Foke-Nara: 34,42 %
2. Hendardji-Riza: 1,88 %
3. Jokowi-Ahok: 41,97 %
4. Hidayat-Didik: 11,4 %
5. Faisal-Biem: 5,15 %
6. Alex-Nono: 5,16 %

Source: detik.com

Inilah Hasil Pilkada DKI Jakarta 2012

Inilah Hasil Pilkada DKI Jakarta 2012 – Pemilihan Calon Gubernur Jakarta dimulai hari ini. Adapun untuk hasil Pilkada DKI Jakarta 2012 versi Quick Count bisa dilihat dari gambar di bawah ini. (Akan di update secara berkala)


1. Foke - Nara 34,41%



2. Alex - Nono 1,87%



3. Jokowi - Ahok 42,65%



4. HNW - Didik 11,86%



5. Adji - Reza 4,75%



6. Faisal - Biem 4,46%




Untuk melihat hasil Pilkada Jakarta 2012 selengkapnya, maka anda bisa melihatnya melalui siaran online streaming Metro TV dan TV One berikut ini:

Nih Dia Nomor Urut di Pilkada DKI Jakarta

Nih Dia Nomor Urut di Pilkada DKI Jakarta – Pengundian nomor urut calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta selesai Sabtu malam kemarin. Dalam pengundian semalam, enam pasangan calon melewati 2 kali proses yaitu mengambil nomor giliran untuk mengambil nomor urut dari KPU DKI. Setelah itu pasangan mengambil nomor urut Pilkada.


Berikut Nomor Urut di Pilkada DKI Jakarta

1.      Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli
2.      Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria.
3.      Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama
4.      Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.
5.      Faisal Basri-Biem Benyamin
6.      Alex Noerdin-Nono Sampono

Nomor urut ini akan dipakai calon untuk kampanye di Jakarta yang dimulai 24 Juni-7 Juli. Nomor urut ini juga akan jadi pilihan dalam pemungutan suara 11 Juli 2012 mendatang.

Nih Dia Isi Kontrak Koalisi Pemerintah Lengkap

Nih Dia Isi Kontrak Koalisi Pemerintah Lengkap – Seperti kita tahu saat ini pemerintah SBY – Boediono didukung oleh enam partai politik yang tergabung dalam sebuah koalisi. Dalam koalisi tersebut telah dibuat sebuah kontrak dan tata etikanya. Mau tahu apa isinya ?


Berikut  Isi Kontrak Koalisi Pemerintah Lengkap

Kesepakatan Partai-Partai Politik yang Bergabung dalam Koalisis dengan Presiden Republik Indonesia tentang Code of Conduct (Tata Etika) dan Efektifitas pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014

Mencermati perkembangan dan dinamika satu setengah tahun Koalisi Partai-Partai Politik dengan Presiden Republik Indonesia, maka dirasakan perlu untuk melakukan evaluasi, baik kebersamaan dalam Koalisi, maupun tanggung jawab dan kewajiban untuk mensukseskan pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014.

Dalam perjalanan kebersamaan Koalisi, ternyata masih terdapat butir-butir kesepakatan kebersamaan yang belum sepenuhnya berjalan dengan baik, sehingga sangat mengganggu efektifitas dan keberhasilan kinerja Koalisi baik di bidang Legislatif maupun di bidang Eksekutif.

Atas pertimbangan di atas, dan demi efektifitas dan suksesnya pelaksanaan pemerintahan SBY-Boediono sampai akhir masa baktinya, maka perlu dirumuskan kembali kebersamaan dan tanggung jawab Koalisi yang dituangkan dalam bentuk penyempurnaan kesepakatan terdahulu yang tertuang dalam naskah Kesepakatan Partai-Partai Politik yang bergabung dalam Koalisi dengan Presiden Republik Indonesia tentang Code of Conduct (Tata Etika) Pemerintahan Republik Indonesia SBY-Boediono 2009-2014 yang ditandatangani pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2009.

Tujuan penyempunaan kesepakatan ini adalah untuk lebih menegaskan keberadaan Partai Politik dalam Koalisi, baik hak-hak maupun tanggung jawabnya, yang nyata, produktif dan bertanggung jawab dalam menyukseskan Pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014 dengan konsekuen dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh.

Melalui pengantar kesepakatan Koalisi ini, diharapkan kinerja koalisi akan semakin solid dan lebih efektif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Suksesnya pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014 adalah guna memenuhi amanah dan harapan rakyat, yang ditandai dengan kokohnya pilar-pilar kehidupan bernegara, suksesnya pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat, makin berkembangnya kehidupan demokrasi yang bermartabat, serta penegakan hukum yang berkeadilan.

Menyadari butir-butir pertimbangan tersebut di atas dan dengan penuh rasa tanggung jawab, maka kami Partai-Partai Politik menyetujui perlunya penguatan kinerja dan kebersamaan Koalisi. Dengan penguatan kesepakatan ini, kesepakatan tanggal 15 Oktober 2009 masih tetap berlaku dan mengikat serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan yang telah disempurnakan ini.

Oleh karena itu, dengaa memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa pada hari ini Senin tanggal 23 Mei Tahun 2011 kami Pimpinan Partai Politik Koalisi yang bertanda tangan di bawah ini bersepakat untuk berkoalisi dan mendukung penuh suksesnya pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014, baik dalam bidang Eksekutif maupun dalam bidang Legislatif dengan menambahkan pasal-pasal baru, sebagai penyempurnaan pasal 4, 7, 8 dan 9 dalam Kesepakatan Partai-Partai Politik yang bergabung dalam Koalisi dengan Presiden republik Indonesia tentang Code of Conduct (Tata Etika) Pemerintahan Republik Indonesia 2009-2014 yang ditandatangani pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2009.

Penyempurnaan kesepakatan ini dituangkan dalam butir-butir sebagai berikut:

1. Setiap anggota Koalisi wajib memiliki dan menjalankan semangat kebersamaan dalam sikap dan komunikasi politik, yang sungguh-sungguh mencerminkan kehendak yang tulus untuk berkoalisi. Anggota Koalisi sepakat untuk tidak mengeluarkan pernyataan dan tindakan maupun komunikasi politik yang senantiasa menyerang dan mendiskreditkan satu sama lain, sehingga semangat kebersamaan dan soliditas Koalisi senantiasa dapat diimplementasikan bersama-sama.

2. Keputusan-keputusan yang ditetapkan oleh Presiden (yang dalam hal ini dibantu oleh Wakil Presiden) menyangkut kebijakan-kebijakan politik yang strategis dan posisi-posisi politik yang penting, setelah mempertimbangkan pandangan dan rekomendasi Pimpinan Partai Koalisi pada rapat yang dipimpin oleh Ketua Setgab, wajib didukung dan diimplementasikan baik di pemerintahan maupun melalui fraksi-fraksi di DPR. Menteri-menteri dari Partai Politik Koalisi adalah merupakan perwakilan resmi Partai Politik Koalisi, karena itu wajib menjelaskan dan mensosialisasikan segala kebijakan maupun keputusan yang telah ditetapkan oleh Presiden kepada partainya.

3. Dalam hal mekanisme kerja antara Pemerintahan dan DPR sesuai dengan fungsi-fungsi Anggaran, Legislasi dan Pengawasan, Partai-Partai Koalisi sepakat untuk tetap memberi ruang pembahasan sebagaimana mekanisme kerja yang selama ini berlangsung antara Pemerintah dan DPR, melalui Forum-forum Rapat Kerja, Rapat Dengar Pendapat, Rapat Konsultasi dan lain-lain.

4. Untuk lebih meningkatkan efektifitas dan komunikasi Partai Koalisi, terutama dalam menentukan kebijakan-kebijakan politik yang strategis dan posisi-posisi politik yang penting, Presiden melakukan pertemuan dengan para Pimpinan Partai Koalisi minimal satu kali dalam tiga bulan atau pada waktu-waktu yang ditentukan, yang pelaksanaannya diatur oleh Sekretariat Gabungan Koalisi.

5. Bilamana terjadi ketidaksepakatan terhadap posisi bersama Koalisi, terlebih menyangkut isu yang vital dan strategis, seperti yang tercantum dalam butir 2 tersebut di atas yang justru dituntut kebersamaan dalam Koalisi, semaksimal mungkin tetap dilakukan komunikasi politik untuk menemukan solusi yang terbaik. Apabila pada akhirnya tidak ditemukan solusi yang disepakati bersama, maka Parpol peserta Koalisi yang bersangkutan dapat mengundurkan diri dari Koalisi. Manakala Parpol yagn bersangkutan tidak mengundurkan diri pada hakikatnya kebersamaannya dalam Koalisi Partai telah berakhir. Selanjutnya Presiden mengambil keputusan dan tindakan menyangkut keberadaan Parpol dalam Koalisi dan perwakilan Partai yang berada dalam Kabinet.

6. Dalam hal Presiden melakukan Reshuffle Kabinet, sesuai dengan urgensi dan prerogatifnya, Presiden dapat melakukan pergantian personil, perubahan portofolio, dan bahkan apabila sangat diperlukan melakukan pengurangan/penambahan jumlah Menteri Partai Poltiik dalam Kabinet. Apabila Presiden mengambil keputusan demikian, di samping merupakan hak prerogatifnya, juga berdasarkan pertimbangan :

a. Evaluasi Kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, yang didasarkan pada Kontrak Kinerja dan Pakta Integritas.

b. Efektifitas dan Solidaritas Koalisi KIB II.

c. Masukan Parpol Koalisi atas permintaan Presiden sebelum keputusan Presiden diambil.

d. Dokumen-dokumen kesepakatan sebelumnya.

Guna menjamin terwujudnya koordinasi dan sinergi di antara Parpol anggota Koalisi, telah dibentuk Sekretariat Gabungan Koalisi. Setgab ini diketuai oleh Presiden, dibantu oleh satu wakil ketua. Pelaksanaan rapat-rapat koordinasi diatur oleh Sekretaris Setgab, yang dipimpin oleh Pimpinan rapat dalam hal ini para ketua Umum Partai Koalisi secara bergantian, minimal satu bulan sekali.

Pada prinsipnya semua anggota Parpol Koalisi, guna membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga sinergi Partai-partai Politik Koalisi dalam mensukseskan Pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014 dapat benar benar diimplementasikan.

Demikian kesepakatan ini dibuat dengan penuh rasa tanggungjawab untuk sukses Pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014 dalam mencapai tujuan bersama, menuju masyarakat adil dan makmur sesuai dengan cita-cita, sebagaimana disebutkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan jalan kemudahan bagi kemudahan bagi kita dan senantiasa diberikan ridha, taufik dan hidayah-Nya.

Ketua Umum Partai Demokrat (Anas Urbaningrum)
Ketua Umum Partai Golongan Karya (Aburizal Bakrie)
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (Luthfi Hasan Ishaaq)
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (M Hatta Rajasa)
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Muhaimin Iskandar)
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Suryadharma Ali)
Presiden RI (Dr H Susilo Bambang Yudhoyono)
Wakil Presiden RI (Prof. Dr. Boediono)

Nih Dia Pasangan Cagub dan Cawagub di Pilkada Jakarta 2012

Nih Dia Pasangan Cagub dan Cawagub di Pilkada Jakarta 2012 – Pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta telah usai Selasa kemarin. Tercatat ada 6 pasangan Cagub dan Cawagub yang akan ikut serta dalam Pilkada Jakarta 2012. 2 pasang merupakan independent, 4 pasang lainnya dari partai politik.

Hal ini tentu berbeda dengan Pilkada DKI Jakarta sebelumnya yang hanya di isi oleh 2 pasangan. Jumlah pasangan yang terbilang cukup banyak ini pastinya akan membuat masyarakat memiliki banyak pilihan.


Berikut Pasangan Cagub dan Cawagub di Pilkada Jakarta 2012

Dari Jalur Independen
·       Faisal Basri-Biem Benjamin
·       Hendardji Soepandji-A Riza Patria

Dari Partai Politik
·       Alex Noerdin-Nono Sampono,
·       Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),
·       Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara)
·       Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.

Nazaruddin Siap Laporkan Kebohongan Angie ke Polisi

Nazaruddin Siap Laporkan Kebohongan Angie ke Polisi –Tim pengacara Nazaruddin kini tengah mempersiapkan berkas berkas untuk melaporkan kebohongan Angelina Sondakh dalam persidangan kemarin ke Kepolisian.

Soal waktu, Elza selaku tim kuasa hukum Nazaruddin mengatakan kalau belum tahu pasti kapan bukti-bukti itu akan terkumpul dan kapan pelaporan ke polisi dilakukan.

"Nggak tahu kapan selesainya. Apakah hari ini bisa melapor atau tidak, masih belum tahu. Nanti saya kabari. Ini masih kita susun dan bandingkan kebohongannya," ungkapnya.

Pada persidangan Nazaruddin kemarin, Angie yang saat itu menjadi saksi membantah pernah berkomunikasi dengan Rosa lewat BBM di tahun 2009 lalu, Angelina mengatakan kalau dia baru memiliki gadget Blackberry pada tahun 2010. Dalam sidang tersebut Angelina juga menyangkal menerima uang sebesar Rp 9 miliar.

Berikut foto foto Angelina yang di duga sudah memiliki Blackberry pada tahun 2009







Jika Angelina terbukti memberikan kesaksian palsu, maka berdasarkan pasal 242 KUHP Angie bisa di kenakan hukuman penjara 7 atau 9 tahun.

Dahlan Iskan, ke Golkar, Demokrat atau PKS ?

Dahlan Iskan, ke Golkar, Demokrat atau PKS ? – Saat ini Dahlan Iskan bagaikan oase di sebuah gurun. Dengan gayanya yang sederhana dan bersahaja, membuat nama Dahlan menjadi idola baru bagi masyarakat Indonesia yang kini mulai muak dengan sebagian besar perilaku penjabat.

Selain menjadi idola baru masyarakat, Dahlan juga menjadi “idola” bagi partai partai besar sebut saja Demokrat, Golkar dan PKS untuk dijadikan sebagai cawapres dan calon presiden di pemilu 2014.

"Tren Dahlan itu positif. Dia akan menjadi salah satu barang paling panas yang diperebutkan di 2014," jelas pengamat politik-ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Karuniana Dianta

Itulah demokrasi, dan itulah cara “berjualan” di sistem tersebut. Lalu pertanyaannya, akan berlabuh kemana Dahlan Iskan ? dan apakah masyarakat kita akan tertipu untuk sekian kalinya ?....


Kembali ke Dahlan Iskan, PKS berniat ingin menggandeng Dahlan Iskan sebagai cawapres dari capres pilihan mereka. Saat ini PKS walaupun belum resmi telah menetapkan jagoan pilpresnya yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, Hidayat Nur Wahid dan Anis Matta.

"Kalau di PKS sendiri yang dari dalam capresnya Pak Hidayat Nur Wahid, Luthfi Hasan Ishaaq, atau Anis Matta. Jadi daripada Dahlan-Hatta lebih baik Dahlan-Luthfy, Anis, atau Nur Wahid," tutur Wakil Ketua DPP PKS, Zulkieflimansyah.

Sama dengan PKS, Golkar juga berminat meminang Dahlan sebagai cawapres dari capres Golkar, siapa lagi kalau bukan Aburizal Bakri alias Ical.

"Unsur Jawa sebagai penyeimbang, pengalaman di pemerintahan dan juga pengalaman sebagai profesional/swasta. Matang secara emosional. Insya Allah bisa jadi kombinasi dahsyat yang saling melengkapi dengan Pak Ical," tutur Jubir Golkar, Nurul Arifin.

Bagaimana dengan Demokrat ? Berbeda dengan kedua partai tersebut, Partai Demokrat yang kini masing “bingung” menentukan capres, kemungkinan besar akan menempatkan Dahlan sebagai capres mereka, di duetkan dengan Hatta. Wacana ini dikeluarkan oleh politisi Partai Demokrat Ulil Abshar.

"Hatta dari sisi makro sebagai Menko Perekonomian yang berhasil menjadikan Indonesia masuk investment grade, sedang Dahlan berhasil dari sisi swasta, sebagai pengusaha grup Jawa Pos, dan dari sisi mikro sebagai Dirut PLN. Dan sekarang Dahlan membuat terobosan membentuk BUMN yang lebih baik," terang Didi.

 
Support : Copyright © 2013. WIKI ASIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger