Artikel terbaru Dapatkan pesan terbaru kami dengan berlangganan situs ini

Mengapa Umbrella Girls? Apa Tujuan Dari Umbrella Girls ?

Mengapa Umbrella Girls? Apa Tujuan Dari Umbrella Girls ?
Maaf kalo postingan kali ini sedikit ada gambar-gambar yang rada-rada buka aurat. Tapi sebenarnya bukan itu intinya. Semua pasti sudah tahu Umbrella Girl kan? Gadis pembawa payung yang selalu melindungi pembalap dari teriknya sinar matahari.

Dalam setiap event balapan, seperti Moto GP ataupun Formula BMW Pasifik yang baru saja dimenangkan oleh Rio Hariyanto (Kiky) sebagai Djarum Black Racing Team, adalah pemandangan yang biasa bila ditengah-tengah olah raga yang nota bene penggemar dan penontonnya kaum Adam itu, banyak di temui Gadis pembawa payung atau Umbrella Girl. 

Mereka tak hanya cantik dan seksi, tapi mereka harus pintar berdandan dan penampilan yang menarik. Selain itu mereka harus punya kemampuan fisik yang lebih, karena tuntutan profesinya yang membuat dia lebih banyak berada di tengah terik matahari.

Sebenarnya fungsi pembawa payung dari teriknya matahari itu bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk diantaranya dilakukan oleh pria. Tentu saja dari segi kualitas fisik, tenaga pria jauh lebih bisa diandalkan sebagai pembawa payung yang mampu bertahan lama di tengah teriknya sinar matahari.

Mengapa Umbrella Girls? Apa Tujuan Dari Umbrella Girls ?
Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa hal itu justru lebih banyak dilakukan oleh wanita? Atau yang lazim di sebut Umbrella Girl?

Ternyata, pembawa payung tak hanya melulu karena atas dasar fungsinya saja, tapi lebih berdasar pada estetika dan keindahannya.

Sekarang coba bayangkan, seandainya ditengah terik matahari dan lelahnya berpacu di arena balap, saat pembalap mulai start atau memasuki pol, yang ada di dekat mereka adalah lelaki bertubuh gempal mirip Ade Rai atau cowo bergaya bencong mirip Ade Juwita.

Tentu males banget melihat pemandangan seperti ini kan?

Mungkin bukan hanya pembalapnya yang hilang semangat, tapi penonton juga eneg. Mereka akan lebih suka bila di tengah balapan tidak hanya disuguhi oleh tontonan yang memacu adrenalin, tapi juga tontonan yang membuat mata menjadi refresh.

Walau sebenarnya dalam kenyataan di lapangan sang Umbrella Girl lebih banyak memayungi dirinya sendiri dan milindungi kulitnya yang putih mulus dari teriknya matahari, ketimbang melindungi pembalapnya namun tak lengkap rasanya pembalap tanpa Umbrella Girl di sampingnya.

Seorang pembalap yang sejatinyanya tak butuh dilindungi dari sengatan sinar matahari, tapi mereka butuh merefresh semangatnya dengan support dari Umbrella Girl yang cantik dan sexy di sampingnya.

Eits, jangan menilai negatif dulu dengan kehadiran Umbrella Girl. Kehadirannya dalam suatu event bukan semata karena unsur pamer tubuh atau jual tampang, tapi secara bisnis, Umbrella Girl juga turut menentukan nilai ekonomis suksesnya sebuah event.

Beberapa orang menilai bahwa keberhasilan suatu pemasaran untuk sebuah event atau produk bisa dibantu karena kehadiran wanita-wanita cantik yang menjadi tenaga pemasarannya, seperti halnya yang dilakukan oleh Djarum Black Slimz dengan menggunakan Sales Promotion Girls cantik untuk mengenalkan dan memasarkan produknya di pasaran.

Mengapa Umbrella Girls? Apa Tujuan Dari Umbrella Girls ?

Ada yang tertarik menjadi Umbrella Girl? Syaratnya tak hanya cukup cantik, pintar berdandan atau sekedar berani buka-bukaan, tetapi juga tentunya harus punya bentuk tubuh yang proporsional dan enak dipandang mata.

Tak cukup menjanjikan bila Umbrella Girlnya seperti ini.
Mengapa Umbrella Girls? Apa Tujuan Dari Umbrella Girls ?

Video Hasil Pertandingan Barcelona vs Bayern Munchen


wikiasia.blogspot.com - Bayern Munich mengukuhkan keunggulan atas tuan rumah Barcelona setelah menang besar 3-0 pada leg kedua semi-final Liga Champions, Rabu (1/5) malam.

Kemenangan itu meloloskan Bayern ke final di Wembley untuk bertemu sesama tim Jerman, Borussia Dortmund yang sehari sebelumnya menyingkirkan Real Madrid. Tiket final kian bermakna karena Bayern sukses menaklukkan Barcelona dengan keunggulan agregat tak terbantahkan, 7-0! 

Sebenarnya Barcelona berharap sebuah aksi "remontada" yang luar biasa. Belum ada tim dalam sejarah Liga Champions yang mampu membalikkan defisit agregat empat gol menjadi sebuah kemenangan. Selain Sergio Busquets dan Eric Abidal yang terpaksa absen akibat cedera, Barcelona juga harus menyimpan Lionel Messi di bangku cadangan karena sang bintang tidak merasa 100 persen fit tampil. Di kubu Bayern, striker Mario Mandzukic kembali menjadi andalan lini depan.

Babak Pertama

Tidak banyak peluang bersih yang memaksa kedua kiper melakukan penyelamatan berarti sepanjang babak pertama. Bayern mengancam melalui pergerakan Arjen Robben yang lolos dari perangkap off-side. Saat berada di dalam kotak penalti, Adriano berhasil menyusul dan menetralisir ancaman tersebut. Robben kembali menghadirkan ancaman ketika umpan terobosannya mencapai Bastian Schweinsteiger. Dengan tumit Basti mengarahkan bola kepada Philipp Lahm di belakangnya. Kali ini tekel Gerard Pique yang mematahkan ancaman itu.

Sulit menembus rapatnya pertahanan Bayern yang dikawal duet Daniel van Buyten dan Jerome Boateng, Pedro Rodriguez melepaskan tembakan jarak jauh yang ditepis Manuel Neuer ke atas mistar. Beberapa menit kemudian, umpan dada Cesc Fabregas disambut tendangan voli kaki kiri Xavi Hernandez. Upaya sang kapten melayang ke atas mistar.

Pertandingan tetap berjalan menarik karena kedua tim berjuang memanfaatkan setiap jengkal lapangan. Barisan pertahanan Barcelona dengan berani meladeni serangan Bayern secara fisik. Para pemain Bayern juga kerap melepas penguasaan bola dengan memberikan operan-operan yang salah atau melakukan pelanggaran tak perlu.

Upaya tuan rumah sepanjang sepuluh menit terakhir babak perama mengurung pertahanan Bayern tetap tak membuahkan hasil. Kelihatan jelas Barcelona masih membutuhkan figur Messi sebagai pendobrak pertahanan lawan. Skor tanpa gol dibawa ke ruang ganti.

Babak Kedua

Pertandingan praktis selesai saat babak kedua baru berjalan empat menit. Umpan panjang David Alaba mencapai Robben. Sekali gerak, sayap internasional Belanda itu menemukan sudut kegemarannya dan membidik tiang jauh. Bola melesak menggetarkan jala gawang Victor Valdes. Kini Barcelona harus mengejar enam gol.

Bayern tetap mengatur ritme permainan meski sudah unggul. Sementara, moral Barcelona mulai menurun. Apalagi Tito Vilanova justru menarik keluar Xavi dan Andres Iniesta untuk digantikan dengan Thiago Alcantara dan Alexis Sanchez. Secara statistik penampilan dua motor lini tengah Barcelona itu memang tidak terlalu baik.

Bayern juga melakukan pergantian pemain, seperti Schweinsteiger dan Martinez, dengan alasan menjaga kebugaran dan kemungkinan sanksi akumulasi kartu. Menit 72, tim tamu mampu menggandakan keunggulan. Pergerakan dari sayap kanan diakhiri Ribery dengan umpan menyilang. Bola menghantam lutut Pique dan malah meluncur ke dalam gawang sendiri.

Selesai sudah, Barcelona. Tetapi, Bayern merasa belum cukup. Setelah sempat dikejutkan dengan sundulan David Villa yang membentur sisi luar tiang gawang, Bayern melesakkan gol tambahan pada menit ke-76. Umpan silang Ribery diteruskan dengan sundulan Muller di tiang jauh tanpa bisa dicegah Marc Bartra dan Adriano.

Aktivitas papan pencatat skor terhenti hingga di situ. Barcelona tetap tak mampu menaklukkan Neuer, sedangkan upaya Bayern menyamai skor kemenangan di leg pertama tidak berhasil. Kemenangan Bayern dengan skor agregat 7-0 ini merupakan rekor terbesar sepanjang sejarah semi-final Liga Champions.

Video Pertandingan Barcelona vs Bayern Munchen 2013

sumber: http://www.goal.com/id-ID/

Video Hasil Pertandingan Real Madrid vs Dortmund


Keunggulan 2-0 tak cukup bagi Los Merengues untuk mencegah Borussia Dortmund lolos ke final.


wikiasia.blogspot.com - Real Madrid harus kembali menunda mimpi mewujudkan La Decima, trofi Liga Champions kesepuluh, setelah kembali tersingkir di babak semi-final musim ini.

Walau memenangi leg kedua melawan Borussia Dortmund di Santiago Bernabeu (30/4) dengan skor 2-0 berkat gol-gol Karim Benzema dan Sergio Ramos di ujung laga, hasil itu kurang memadai buat Los Blancos untuk mencegah sang lawan lolos ke partai puncak. El Real masuk kotak karena kalah agregat 4-3.

Babak Pertama

Bermain kurang maksimal dalam laga pertama, Jose Mourinho membangkucadangkan Pepe dan Sami Khedira pada partai kedua di Santiago Bernabeu ini.

Sergio Ramos kembali ke jantung pertahanan mendampingi Raphael Varane, sementara Michael Essien tampil sebagai bek kanan. Posisi Khedira sendiri diberikan kepada Luka Modric, dan Angel di Maria kembali menghiasi starting line-up.

Di kubu Dortmund, der trainer Jurgen Klopp menurunkan susunan pemain inti yang sama persis seperti di Signal Iduna Park, termasuk kuartet serang berbahaya Jakub Blaszczykowski, Mario Gotze, Marco Reus, dan si pemborong empat gol Robert Lewandowski.

Harus mencetak minimal tiga gol, El Real langsung menghentak sejak wasit Howard Webb dari Inggris membuka pertandingan. Kans emas hadir di menit keempat via tembakan Gonzalo Higuain yang dapat dimentahkan Roman Weidenfeller. 

Hanya lima menit kemudian, giliran Cristiano Ronaldo menebar ancaman, namun upaya bintang Portugal itu terlalu tinggi dari target. 

Setelah Lewandowski membuat jantung Madridistas berdebar-debar melalui tendangan voli yang, untungnya, mengarah tepat ke tangkapan Diego Lopez, Ronaldo kembali mendapatkan kans emas, tapi sepakannya mentah oleh bahu Weidenfeller.

Di menit ke-14, Die Schwarzgelben mesti kehilangan Mario Gotze akibat cedera sehingga bintang muda yang akan berseragam Bayern Munich musim depan itu digantikan Kevin Grosskreutz.

Meski demikian, hilangnya Gotze terlihat tak memengaruhi kesolidan sang tamu asal Jerman. Sementara intensitas permainan tuan rumah agak menurun memasuki medio babak pertama, mungkin karena mereka menghabiskan begitu banyak energi untuk menggenjot serangan di awal.

Kendali laga pun sempat berpindah ke tangan Dortmund, tapi penguasaan bola anak-anak asuh Klopp sebatas di lapangan tengah, sementara tusukan dari kedua sayap kerap kandas.

Madrid berusaha kembali menaikkan tempo di sepuluh menit akhir menuju istirahat, namun serangan-serangan mereka tampak tak lagi terlalu menggigit. Skor kacamata bertahan hingga 45 menit pertama plus tambahan dua menit kelar.

Babak Kedua

Seperti di babak pertama, Madrid berusaha langsung mendobrak selepas rehat. Dua tendangan penjuru diperoleh, tapi seluruhnya gagal dimaksimalkan.

Di lain pihak, Dortmund sanggup menebar bahaya laten setiap kali menginisiasi serangan balik. Lewandowski bahkan terbilang sial tak bisa mencetak keunggulan buat tim tamu di menit ke-50 karena tembakannya menabrak tiang.

Sepuluh menit setelahnya, kesempatan sangat bagus kembali datang bagi Die Borussen, tetapi Lopez muncul sebagai penyelamat Madrid dengan memblok tendangan jarak dekat Ilkay Gundogan.

Madrid sendiri secara keseluruhan masih dominan dalam penguasaan bola, tapi pertahanan rapat lawan plus buruknya penyelesaian akhir, satu contohnya tembakan Ronaldo yang melayang tinggi meski cukup bebas, membuat para pemain terlihat kian frustrasi.

Sementara kepercayaan diri pasukan Hitam-Kuning semakin menjadi-jadi seiring bergulirnya waktu, yang berarti semakin dekat pula mereka menuju final. Di menit ke-76, kembali berawal dari counterattack cepat, Lewandowski lagi-lagi mendapat ruang untuk melepas tembakan walau bisa diblok pemain bertahan Madrid.

Tujuh menit sebelum berakhirnya waktu normal, gol Karim Benzema memecahkan kebuntuan pertandingan sekaligus memberikan harapan buat Los Blancos. Mendapat bola dari Kaka, Ozil mengirim umpan rendah yang disontek kaki kanan striker pengganti Higuain itu ke dalam gawang Dortmund.

Semangat tim tuan rumah berkobar lagi menyusul gol tersebut. Tekanan mereka kembali ganas seperti di awal babak pertama. 

Hanya lima menit kemudian, Sergio Ramos menjadikan skor menjadi 2-0. Sebuah tendangan sudut yang gagal dihalau dengan sempurna membuat Benzema dapat memberikan umpan matang untuk dikonversi menjadi gol oleh bek internasional Spanyol itu via tendangan keras kaki kiri.

Kendati demikian, sisa waktu yang ada ditambah lima menit tambahan gagal dimaksimalkan Los Merengues untuk menyarangkan gol ketiga sebagai syarat lolos ke final. Anak buah Mourinho terdepak dengan agregat 4-3, dan Dortmund kembali menapaki babak pamungkas Liga Champions setelah 16 tahun.

Video Real Madrid vs Borussia Dortmund 2- 0






sumber: http://www.goal.com/id-ID/

Video Highlights Barcelona vs Real Madrid October 2012

Video Highlights Barcelonavs Real Madrid October 2012 - Lionel Messi and Cristiano Ronaldo became a star in the match El Clasico between Barcelona and Real Madrid. Both of them scored two goals and made ​​the final score 2-2.

Barcelona: Valdes; Alves (Montoya 28'), Mascherano, Adriano, Alba; Busquets, Xavi, Iniesta; Pedro, Messi, Fabregas (Alexis 64')

Real Madrid: Casillas; Arbeloa, Ramos, Pepe, Marcelo; Alonso, Khedira; Di Maria (Essien 88'), Oezil (Kaka 80'), Ronaldo; Benzema (Higuain 62').

Video Highlights Barcelonavs Real MadridOctober 2012

Controversial Lose, Pacquiao Wants Rematch

Controversial Lose, Pacquiao Wants Rematch - Manny Pacquiao received his controversial defeat from the Timothy Bradley. He remains humble as he stressed his desire to rematch.

Pacquiao defeated and lost his title of WBO welterweight from Bradley, in their bout at the MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Sunday (10/06/2012) pm.

From 12 rounds, two judges won Bradely, one judge won Pacquiao, all with a score of 115-13. Most of the audience chanting "hoo .." against the decision, because they thinks Pacquiao is more dominant.

"I accept this result. I respect the jury. I can not blame them. This is part of the game. I thank God. I've deployed the best, but it was not enough," said Pacquiao after the game, still in the ring.

When he was asked if he thinks he won, 33 years old Filipino man was say: "Of course. Yes," and the audience gave a standing ovation.


"The game is good, competitive fight," said Bradley.

"Each round is very tight. Pacquiao won in a few rounds early. I control the next rounds with my jab-jab. I have to go home and review this game via videotape.

"He's a strong hitter. He destabilized several times, but I was able to survive and fight to the finish. This is boxing," said 28-year-old American boxer.

Bradley, who has the nickname "Desert Storm" improves his match record to 29-0 (12 knockouts). Meanwhile for Pacquiao, his record to 54-4-2 (38 KOs), but, the last time he lost was in March of 2005, when fighting against Erik Morales.

U.S Team Advanced to Women World Cup 2011 Final

U.S Team Advanced to Women World Cup 2011 Final - U.S. women's Soccer team advanced to Women's World Cup 2011 final after beating France 3-1 at Borussia-Park Stadium on Wednesday (13 / 7).

Game has been running nine minutes, America has excelled through Lauren Cheney, the 1-0 position still same until the first time game over.



The second round has just entered the 55th minute, equalizer for France's turn through Sonia Bompastor. American victory two-goal was made in the 79th minute by Abby Wambach and Alexandra Morgan in 82nd minute.

With this victory, the U.S. will face the winner between Japan versus Sweden

Women World Cup Soccer 2011: USA vs France Highlight

Barcelona, Champion League 2011 Winner

Barcelona, Champion League 2011 Winner - Barcelona finally win the Champions League final 2011 match after beating Manchester United with a score of 3-1 at Wembley Stadium on Sunday (05/29/2011). This defeat was the second time for MU in the last three years over this Catalan club.

Barcelona's opening goal in this game was created by Pedro Rodriguez at minute 27. In minute 33, Manchester United managed to equalize when Rooney succeeded to take advantage of Ryan Giggs well-operand through his right leg kick

After the break, Barca still remain visible to dominate the match. The result in the 54th minute Lionel Messi managed to make goal in Edwin Van der Sar  wicket and make temporary position turned into a score of 2-1.

Despite a 2-1 win over Manchester United, Barcelona seems to still dominate the game. In the 69th minute, Barca back to add a collection of goals that was created by David Villa, so that Barcelona's victory over Manchester United increased to 3-1.

With a score of 3-1, so the team that is known as the L'equip Blaugrana officially emerged as Champions League 2011winner.


Manchester United coach Alex Ferguson said Manchester United was defeated by the fantastic team. He admitted that he is the victim of Pep Guardiola’s squad, although Manchester United has set up training sessions and strategies to cope with the game.

He also added that his defeat is caused by MU players not guarding well the world's best player, Lionel Messi and 2 other fantastic players, Xavi and Andreas Iniesta.

For Messi himself, his goal in the Champions League Final 2011 is something that has high value for him, apart from being able to beat the world's best goalkeeper, Edwin Van der Sar but also end his curse that have last eight games Messi always failed to make score a goal on British land.

 
Support : Copyright © 2013. WIKI ASIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger